05 May 2020, 08:20 WIB

RS GL Tobing masih Tangani Pasien Covid-19


(YP/HS/AS/N-2) | Nusantara

KABAR tak sedap bertiup dari Rumah Sakit GL Tobing, rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Medan, Sumatra Utara, akhir pekan lalu. Manajemen rumah sakit diduga memberhentikan seluruh tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien korban pandemi. Pemberhentian dilakukan sepihak tanpa penjelasan. Seluruh tenaga medis yang tinggal di Hotel Wings, di Jalan Arteri Kualanamu, Medan, harus meninggalkan penginapan khusus itu. Akibatnya, 15 pasien harus dipindahkan dari RS GL Tobing ke RS Martha Friska.

Saat dihubungi, kemarin, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatra Utara, Whiko Irwan, menyatakan penanganan medis terhadap pasien di ruang isolasi RS GL Tobing berjalan normal. "Tidak benar seluruh tenaga medis diberhentikan." Dia menjelaskan tenaga medis yang bertugas dibentuk Tim Satgas Kesehatan yang ditunjuk Pemprov Sumatra Utara. Mereka terdiri atas tim satu dan dua. "Jadwal tugas mereka bekerja setiap dua pekan. Setelah itu, mereka harus masuk karantina selama dua pekan di penginapan yang sudah disediakan," tambahnya.

Ia memastikan saat ini tenaga medis di RS GL Tobing bekerja seperti biasa dan tetap tinggal di Hotel Wings. "Tidak benar mereka tidak menerima gaji dan honor. Mereka memegang SK Gubernur dan mendapat insentif sebagai tenaga medis." Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, penambahan jumlah pasien covid-19 (virus korona) membuat 119 ruang isolasi di lima rumah sakit rujukan hampir penuh.

"Hanya menyisakan enam ruang lagi, sedangkan pasien masih bertambah. Kami mengusulkan dua rumah sakit rujukan baru," kata Kepala Dinas Kesehatan, Syaf Satriawarman. Kemarin, 1.423 tenaga medis di RS Mardi Rahayu, Kudus, Jawa Tengah, menjalani rapid test. Sebelumnya, 13 tenaga medis di rumah sakit ini dinyatakan positif korona. "Ke 13 tenaga medis itu terdiri atas tiga dokter spesialis, sisanya apoteker, teknisi kefarmasian, dan perawat. Hari ini semua tim medis, karyawan, hingga tukang parkir menjalani tes," kata Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto. (YP/HS/AS/N-2)

BERITA TERKAIT