05 May 2020, 08:25 WIB

Tanam Serentak Tangkal Krisis Pangan


MI | Nusantara

ANCAMAN krisis pangan di tengah pandemi korona membuat sejumlah daerah bergerak. Di Sleman, DI Yogyakarta, pemerintah kabupaten mendorong petani untuk melakukan gerakan tanam padi serentak. "Lahan yang tersedia sekitar 4.590 hektare. Petani harus giat menanam guna menjamin ketersediaan pangan untuk menghadapi kemungkinan krisis pangan beberapa bulan ke depan akibat wabah," tutur Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Heru Saptono, kemarin.

Bulan ini telah dilakukan penanaman serentak di Bulak Kragilan, Godean, di atas lahan sekitar 50 hektare. Hingga Mei, Sleman telah memproduksi beras sampai 71.249 ton. Dengan tingkat konsumsi selama lima bulan ke depan mencapai 31.871,03 ton, Sleman memiliki persediaan hingga 39.377,97 ton.

Untuk menyemangati kerja petani, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian DI Yogyakarta memberi bantuan peralatan, di antaranya mesin penanam padi. "Kami juga tengah mengembangkan pengendalian terpadu hama tikus," kata Kepala BPTP, Soeharsono. Guna mendorong produktivitas hasil pertanian, Brigadir Andreas Spay, anggota Polres Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menggerakkan petani untuk menanami lahan kosong.

"Untuk awal, saya minta mereka menanam lahan kosong milik pos polisi di Tanjung Bunga. Warga menyambut dengan menanami sayuran," jelas Andreas. Setelah tiga kali panen, Andreas dan para petani mulai mengarahkan cangkul ke lahan kosong lainnya. "Pokoknya kami menanam apa saja yang bisa dimakan," tandasnya.

Dalam dua bulan terakhir, wajah petani di Tanah Air sangat cerah. Sejumlah produk pertanian bisa dipanen tanpa kendala dan hama. Di Bengkulu, misalnya, panen raya padi di 10 kabupaten dan kota menghasilkan 200 ribu ton gabah. "Persediaan beras lokal di pasar tradisional stabil, bahkan melimpah," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Ricky Gunawan.

Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, juga mengalami surplus beras melimpah. "Panen raya April lalu menghasilkan 50 ribu ton beras lebih. Dengan konsumsi 8.000-an ton per bulan atau 24 ribu dalam tiga bulan, kami surplus hingga 25 ribu ton lebih," ungkap Kabid Tanaman Pangan, Teguh.

Tidak hanya tanaman pangan. Di tengah pandemi korona, petani tambak di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memanen udang vaname di areal seluas 1,5 hektare. "Dengan harga jual hingga Rp51 ribu per kilogram, panen kali ini sangat membantu kehidupan petani tambak untuk menghadapi wabah korona," ujar Bupati Fathul Huda. (AU/FB/MY/MG/YK/TS/JS/RF/YH/DG/JH/N-2)

BERITA TERKAIT