05 May 2020, 07:35 WIB

NasDem Minta BI Lebih Agresif Sokong Dunia Usaha


(RO/E-3) | Ekonomi

DI pertengahan April lalu, sedikitnya 83.546 perusahaan di sektor formal terdampak pandemi covid-19, dengan total 1,5 juta pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan. Adapun, yang terdampak di sektor informal sebanyak 30.794 perusahaan, dengan lebih dari 443 ribu di-PHK atau dirumahkan. Produksi dan konsumsi nasional yang menopang produk domestik bruto (PDB) terdisrupsi di berbagai sektor usaha.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad M Ali mengatakan situasi yang saat ini terjadi akan mengkhawatirkan jika tidak ada mitigasi dan langkah terukur yang segera diambil. "Yang terjadi saat ini bukan hanya stok bahan baku terbatas yang dialami industri. Negara buyer pun menunda pembelian, bahkan ada yang bersiap menghentikan pesanan. Kalau tidak ada langkah bersama baik di nasional maupun internasional, akan lebih banyak lagi penderitaan yang dihadapi teman-teman pengusaha dan pekerja. Produksi nasional benar-benar terganggu," katanya dalam siaran resmi kemarin.

Ahmad Ali menjelaskan perlu ada insentif yang benarbenar menyasar keberlangsungan usaha. Menurutnya, problem yang dihadapi dunia usaha selain soal pajak penghasilan yang sudah pasti turun karena pembelian juga menurun, adalah likuiditas keuangan. Apalagi banyak penerimaan yang semestinya dibukukan perusahaan menjadi tertunda atau batal.

"Keringanan pajak dan relaksasi kredit UMKM yang ditetapkan Perppu 1/2020 itu bagus. Namun, belum cukup untuk tetap bisa menggerakkan usaha. Harus ada insentif yang diberikan untuk membantu kelancaran likuiditas usaha. Hal itu bisa disampaikan melalui bank sebagai leverage dunia usaha," paparnya.

Ahmad Ali yang juga Ketua Fraksi NasDem DPR RI mengatakan, dunia usaha akan sangat terbantu jika Bank Indonesia memberikan dukungan terhadap bank komersial sasaran. Hal itu penting untuk memastikan bahwa kebijakan Bank Indonesia benar-benar tepat sasaran. "BI bisa, misalnya, memberikan sokongan dana pinjaman berbunga rendah, misalnya 4% per tahun, bagi bank yang mengelola kredit UMKM. Dengan proyeksi perbaikan ekonomi nasional secara bertahap pada tahun 2021-2022, BI bisa mensupport bank dengan tenor paling cepat 18 bulan dan skema pembayaran bunga per triwulan," dia mencontohkan. (RO/E-3)

BERITA TERKAIT