05 May 2020, 06:35 WIB

Dana Abadi Bantu Sektor Pendidikan


ATIKAH ISHMAH WINAHYU | Humaniora

PEMERINTAH disarankan untuk berani memberikan stimulus demi menyelamatkan sektor pendidikan. Salah satu opsi sumber stimulus diusulkan dari dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).

"APBN ini kan punya keterbatasan. Tapi kita punya dana abadi pendidikan, itulah yang kita harap bisa digunakan sementara untuk bisa menyelamatkan sektor pendidikan," kata Rektor IPB University Arif Satria, dalam sebuah acara diskusi daring. Arif menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah. Itu karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang jika dibiarkan bakal punya dampak yang besar. "Saya kira ekonomi, kesehatan, sangat mendesak. Tapi pendidikan ini ada lag (ketinggalan) satu semester saja, dampaknya dahsyat sekali," ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah mempunyai skenario hingga akhir tahun untuk mengantisipasi gelombang kedua virus korona (covid-19). Baik itu berbentuk stimulus dari dana abadi pendidikan maupun insentif dalam bentuk lain. "Agar bisa menyelamatkan pendidikan ini, dengan berbagai insentif, termasuk menyiapkan skenario terjadi sampai Desember," ujarnya. Terkait dengan proses pembelajaran daring yang tengah dilaksanakan sebagian besar lembaga pendidikan di Tanah Air saat pandemi covid-19, Arif mengakui ada kesulitan menjamin hasil pembelajaran sesuai yang dinginkan.

"Skill milenial yang harus terwujud dalam proses pendidikan harus diakomodasi dengan daring. Itu tidak mudah." Menurut Arif, kompetensi yang diukur dalam era 4.0, yakni kreatif, kolaboratif, dan kritis dalam berpikir. Makanya, imbuh dia, harus ada perubahan pola belajar, misalnya dengan cara pembelajaran berbasis project. "Jadi, hanya medianya berubah, mahasiswa harus bisa belajar dari alam, dari keadaan," ujarnya. Pembelajaran berbasis project diyakini menjadikan ilmu yang diperoleh di lembaga pendidikan sehingga bisa bermanfaat di tengah masyarakat. Ancaman Terkait kondisi pendidikan nasional pada situasi pandemi covid-19, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji meminta pemerintah agar berupaya keras menyelamatkan sektor pendidikan yang terdampak.

"Dana darurat sekitar Rp405 triliun untuk penanggulangan pandemi covid-19 yang menyasar banyak bidang masih minim digunakan untuk menyelamatkan sektor pendidikan," ujarnya. Bahkan, dana pendidikan di Kemendikbud dan Kemenag dikurangi dan direalokasikan untuk sektor lain. Akibatnya, imbuh Ubaid, ancaman degradasi di sektor pendidikan kian nyata. Di antaranya, ancaman putus sekolah, sekolah (swasta) gulung tikar, hingga ancaman depresi massal. (Medcom.id/H-1)

BERITA TERKAIT