05 May 2020, 05:50 WIB

Jangan Sampai Muncul Jabar Siap Gelombang Kedua


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

LAJU kasus covid-19 di Indonesia dilaporkan terus menurun hingga 11%. Namun, pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah. Presiden Joko Widodo meminta semua kalangan mewaspadai potensi terjadinya pandemi korona gelombang kedua.

Oleh karena itu, pengawasan dari berbagai sektor pun harus terus dilakukan secara ketat. Apalagi, Jokowi melihat ada banyak potensi penyebaran yang bisa saja terjadi, mengingat masih akan ada belasan bahkan puluhan ribu pekerja migran dari luar negeri yang akan pulang ke Tanah Air.

“Dari laporan yang saya terima, sudah 89 ribu pekerja migran yang kembali dan akan bertambah lagi kemungkinan 16 ribu. Ini betul-betul
harus dikawal di lapangan. Jangan sampai muncul gelombang kedua,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas, kemarin.

Selain klaster migran, ada beberapa klaster lain yang juga perlu diawasi secara ketat seperti klaster Jemaah Tabligh, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, dan klaster industri yang kini masih beroperasi.

“Kita harus memastikan industriindustri yang diizinkan beroperasi itu yang mana. Harus dicek di lapangan apakah mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak,” tegas Kepala Negara.

Presiden juga menginstruksikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan seluruh menteri terkait untuk mengevaluasi
penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat provinsi dan 22 kabupaten/kota.

Jokowi ingin pemberlakukan PSBB dilaksanakan tidak berlebihan dantidak kekurangan. “Saya ingin memastikan ini betul-betul diterapkan cepat, ketat, dan efektif.”

Senada, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mewaspadai munculnya gelombang kedua covid-19 seusai Hari Raya Idul Fitri, terkait masyarakat yang pulang dari mudik. “Ini bisa memicu peningkatan sekunder infeksi dan pandemi covid-19,” kata Gilbert, kemarin.

Melambat

Seusai rapat terbatas, kemarin, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan bahwa laju kasus covid-19 di Indonesia terus menurun hingga 11%.

Di Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bahkan melaporkan, selama dua hari terakhir tidak ada penambahan kasus covid-19 di wilayahnya. Hal itu dipandang sebagai keberhasilan program PSBB.

Akan tetapi, menurut Doni Monardo, “Presiden Jokowi tetap meminta perlambatan kasus tidak membuat kita kendur. Protokol kesehatan harus terus dilaksanakan.”

Selain adanya puluhan ribu pekerja migran asal Tanah Air yang sudah dan dalam proses kembali ke dalam negeri, kebocoran para pemudik dari zona merah seperti Jabodetabek disebut berpotensi memunculkan gelombang susulan kasus korona.

“Maka dari itu, perintah Presiden tegas, tidak ada mudik,” tandasnya.

Jumlah kasus positif covid-19 secara nasional, hingga kemarin, dilaporkan mencapai 11.587 orang. Sebanyak 1.954 dinyatakan sembuh dan 864 orang meninggal. (Ins/Fer/Gan/X-6)

BERITA TERKAIT