05 May 2020, 03:40 WIB

Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh di Sumsel Melonjak


Dwi Apriani | Nusantara

JUMLAH pasien sembuh dari pandemi virus korona baru (covid-19) di Sumatra Selatan terus bertambah. Tercatat hingga kini ada 36 pasien di Sumsel yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19.

Juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 Sumsel, Yusri mengungkapkan ada 7 orang tambahan terbaru di Sumsel yang dikonfirmasi sembuh dari korona sehingga total kasus sembuh bertambah menjadi 36 orang.

"Kasus sembuh ini berasal dari Palembang dan Lubuklinggau. Yakni kasus ke 39, 82, 83, 84, 85, 86, dan 89," ujarnya Senin (4/5).

Kasus konfirmasi sembuh di Sumsel tertinggi berada di Palembang yakni sebanyak 26 orang. Selanjutnya 2 orang di OKI, 2 orang di OKU, 1 orang di Pagaralam, 1 orang di Prabumulih, 1 orang Banyuasin, 1 orang Lubuklinggau, 1 orang Musi Banyuasin, 1 orang dari luar wilayah Sumsel.

"Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif. Meski begitu, mereka juga tetap dalam pemantauan selama 14 hari setelah dinyatakan sembuh," katanya.

Meski jumlah pasien sembuh bertambah, kasus positif bertambah saat ini. Ada tambahan 29 kasus positif di Sumsel sehingga total pasien positif sebanyak 185 orang.

Yusri mengatakan penambahan 29 kasus konfirmasi positif baru itu terdiri dari kasus nomor 157-185, terdiri dari 14 orang perempuan dan 15 laki-laki. Diakuinya, tambahan kasus baru itu rinciannya 15 orang dari Palembang, 5 orang dari Banyuasin, 3 orang dari Ogan Komering Ilir (OKI), dan masing-masing satu orang dari Ogan Ilir, Lahat, dan OKU Timur.

Untuk status kasusnya didominasi transmisi lokal, kemudian ada 8 kasus imported cases dan 7 lagi masih dalam tahhap pemeriksaan lebih lanjut.
"Selain itu, ada juga tiga warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang turut terkonfirmasi positif covid-19," katanya.

Menurutnya, kenaikan kasus yang cukup signifikan ini sebenarnya merupakan hasil peningkatan kinerja petugas di lapangan dalam melacak kasus-kasus kontak pasien positif sebanyak mungkin.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tim gugus tugas berusaha sebisa mungkin agar setiap orang yang pernah menjalin kontak dengan pasien positif dapat terlacak dan segera bisa ditangani," katanya. (R-1)

BERITA TERKAIT