05 May 2020, 03:20 WIB

Hotel di Surabaya Tolak jadi Isolasi Karyawan Sampoerna


Amaluddin | Nusantara

SEBANYAK 46 karyawan PT HM Sampoerna Tbk angkat koper dari hotel tempat mereka diobservasi lantaran diusir pihak manajemen.

Rencananya, mereka akan dipindahkan ke hotel lain untuk isolasi mandiri yang disiapkan oleh perusahaan.

"Pihak hotel tidak bersedia lagi untuk dijadikan tempat isolasi," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5) malam.

Hotel tersebut semula ditempati sekitar 100 karyawan Sampoerna sebagai ruang observasi. Sebanyak 65 orang di antaranya terkonfirmasi positif covid-19 hasil pemeriksaan motode reaksi berantai polimerase (PCR). Sedangkan 46 sisanya positif hasil rapid test.

"Akhirnya 46 orang ini isolasi mandiri di hotel itu, sambil menunggu hasil tes swab," jelas Joni.

Joni mengaku Pemprov Jatim sudah melobi pihak hotel, tetapi kandas. Namun, pihak hotel menolak setelah mendengar kabar hotelnya ditempati orang terjangkit korona.

Selain mengusir puluhan karyawan Sampoerna, pihak hotel meminta Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim memberikan rapid test terhadap seluruh karyawan hotel.

"Kami tidak mempermasalahkan, karena itu bagus juga. Dan kami mengapresiasi manajemen hotel meminta tes terhadap karyawannya sebagai bentuk pencegahan penularan," tandasnya.

Klaster Sampoerna telah mencapai 65 kasus positif covid-19, Dua di antaranya meninggal dunia pada 14 April 2020. Ada 165 pegawai Sampoerna yang sudah melakukan test swab PCR mandiri.

"Sampai saat ini kami masih terus membantu mencari hasil swabnya," kata Joni.

Sebelumnya, sekitar 500 karyawan pabrik rokok Sampoerna diduga terpapar virus korona. Karyawan kemudian dibawa ke salah satu hotel di Surabaya untuk menjalani karantina. Sebanyak 65 orang di antaranya positif covid-19 dan telah dirawat di rumah sakit. Sementara sisanya masih menunggu hasil tes swab PCR. (OL-8).

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT