05 May 2020, 03:10 WIB

Dishub DIY Kesulitan Dana Operasional untuk Posko Perbatasan


Ardi Teristi | Nusantara

KEPALA  Dinas Perhgubungan DIY Tavip Agus Rayanto menyampaikan, pihaknya kesulitan anggaran guna mendukung operasionalnya posko di pintu masuk wilayah DIY. Total ada tiga jalan utama, yaitu di Temon, Tempel, dan Prambanan serta dua di Terminal Jombor dan Terminal Wates dan telah beroperasi sejak 12 April 2020..

"Iya, benar, anggarannya belum cair," tegas dia, Senin (4/5).

Akibatnya, pihaknya belum bisa memaksimalkan fasilitas yang ada di posko, semisal memberi masker bagi pengendara yang kedapatan tidak memakai masker.

Tavip menyampaikan, di posko tersebut pihaknya memeriksa setiap pengendara yang masuk wilayah DIY. "Kita filter apakah mobilnya atau penumpangnya dari zona merah atau tidak," kata dia.

Jika mereka berasal dari zona merah, pihaknya akan meminta mereka putar balik. Namun, jika pengemudi nekat untuk masuk DIY, mereka diwajibkan  menjalani karantina selama 14 hari. "Biasanya mereka akan memilih putar balik daripada dikarantina," kata Tavip.

Pihaknya lebih memperketat pengawasan untuk menghindari modus-modus pengelundupan pemudik. Tavip juga menjelaskan dalam satu bulan terakhir tercatat 85.876 kendaraan yang yang terperiksa dan masuk DIY.

Dari jumlah tersebut, mereka berasal dari zona merah tercatat 1.433 kendaraan. "Mendekati hari raya kelihatan nya akan semakin meningkat," kata dia.

Wakil K Komisi C DPRD DIY, Gimmy Rusdin Sinaga dalam kunjungannya ke posko pantau di Tempel, Sleman, mendesak agar sesegera mungkin  anggaran untuk kegiatan posko dicairkan. "Kami sudah berkeliling ke beberapa posko dan memang saat ini diperlukan kerja cepat untuk mencairkan anggaran mengingat operasional sudah dilaksanakan dan ini untuk mendukung kinerja petugas yang ada di lapangan," jelas dia. (R-1)

 

BERITA TERKAIT