05 May 2020, 02:20 WIB

Antisipasi Baby Boom, BKKBN Harus Lebih Proaktif


Ardi Teristi | Humaniora

PAKAR kependudukan Universitas Gadjah Mada, Prof Muhadjir Darwin  mengatakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) harus menggiatkan keluarga berencana untuk mengantisipasi baby boom akibat banyaknya kegiatan masyarakat di rumah saat pandemi Covid-19. Menurut dia, tingginya angka kehamilan pada masa pandemi saat ini masuk akal.

"Lockdown ini kan akibatnya orang tidak bisa kemana-mana, hanya di rumah. Akibatnya, rekreasi yang bisa dilakukan hubungan seks dengan pasangan," jelas Darwin, Senin (4/5) .

Kehamilan di luar rencana bisa terjadi kalau kesadaran terhadap pengendalian lemah dan tidak adanya ketersediaan alat kontrasepsi di rumah. Ia melihat, tingginya angka kehamilan disebabkan oleh lemahnya program KB pascapemerintahan Presiden Soeharto.

Untuk mengantisipasinya ke depan, ia berharap, BKKBN lebih proaktif dalam menyosialisasikan program KB ke masyarakat. "Ini pekerjaan rumah bagi  BKKBN agar tidak terlambat melakukan antisipasi," kata Darwin.

BKKBN, lanjut dia, mempunyai struktur yang besar untuk melakukan sosialisasi. Cara sosialisasi pun harus lebih inovatif karena model pengumpulan massa tidak mungkin dilakukan.

Sosialisasi yang bisa dilakukan, misalnya lewat online. Selain itu, petugas lapangan KB (PLKB) harus lebih difungsikan. Mereka datang ke pendududuk,  satu persatu, yang menjadi akseptor KB.

Selain sosialisasi, mereka harus menjaga ketersediaan alat kontrasepsi pada pengguna program KB. Pasalnya, ada pula kekhawatiran masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk memgakses program KB karena pandemi Covid-19. "Dengan cara itu, saya harap tingkat kehamilan bisa dibatasi," jelasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT