05 May 2020, 02:10 WIB

Jonggol Masuk Zona Merah Korona


Ant | Megapolitan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menetapkan Kecamatan Jonggol sebagai zona merah covid-19 setelah ada warganya yang berdomisili di wilayah tersebut positif terinfeksi virus korona.

"Hari ini dua orang terkonfirmasi positif, satu di antaranya yaitu laki-laki usia 34 tahun asal Kecamatan Jonggol," kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5) malam.

Dengan demikian, ada 19 kecamatan di Kabupaten Bogor yang masuk dalam zona merah korona sesuai domisili masing-masing pasien.

Dari 19 kecamatan, Gunung Putri merupakan wilayah dengan pasien terbanyak, yakni 28 orang. Kemudian wilayah terbanyak kedua yaitu Kecamatan Cileungsi, 20 orang.

Selanjutnya Kecamatan Cibinong 17 orang, Kecamatan Bojonggede 16 orang, Kemang lima orang, Ciampea empat orang, Citeureup, Tamansari, Gunung Sindur dan Babakan Madang masing-masing tiga orang, Tajur Halang dua orang, Parung Panjang, Ciomas, Parung, Ciawi, Jonggol, Leuwisadeng, Caringin, dan Jonggol masing-masing satu orang.

Sementara itu, dari total 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, ada dua kecamatan yang dinyatakan masih bebas indikasi penyebaran covid-19.

"Kecamatan yang nihil pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif tinggal dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tenjo dan Kecamatan Tanjungsari," terang Ade.

Hingga Senin (4/5) malam, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif terinfeksi korona di Kabupaten Bogor sebanyak 135 pasien.

"Total ada 135 kasus positif korona, 13 orang di antaranya sudah sembuh, dan 11 orang meninggal dunia," tuturnya.

Di samping itu Pemkab Bogor juga mencatat ada sebanyak 1.389 orang dalam pemantauan (ODP), 1.022 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 1.135 pasien dalam pengawasan (PDP), 569 di antaranya sudah selesai diawasi.

Ia mengatakan, dari 569 PDP yang sudah selesai diawasi, ada sebanyak 40 pasien yang meninggal sebelum dinyatakan positif ataupun negatif korona melalui hasil swab. (OL-8).

BERITA TERKAIT