04 May 2020, 23:15 WIB

Jalur Utama dan Alternatif Ditutup, Jalan Desa Jadi Pilihan


Liliek Dharmawan | Nusantara

WALAU ada larangan pemerintah, masih banyak pemudik yang pulang ke Banyumas, Jawa Tengah. Mereka memanfaatkan jalur-jalur alternatif atau jalur tikus untuk sampai ke Banyumas dengan travel dan mobil carteran.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas Agus Noerhadi mengatakan  bahwa pihaknya bersama tim gabungan Polri dan TNI melakukan  penjagaan di jalur-jalur alternatif.

"Ternyata masih banyak yang pulang  kampung. Bahkan, hari ini ada peningkatan jika dibandingkan dengan hari  sebelumnya. Hari ini ada 61 orang. Kalau hari-hari sebelumnya tercatat 37 orang dan 43 orang. Mereka yang balik kampung kalau dari zona merah langsung dibawa ke lokasi karantina massal di GOR Satria Purwokerto," jelas Agus, Senin (4/5).

Dikatakan Agus, umumnya para pemudik menggunakan mobil carteran atau travel dan melewati jalur-jalur alternatif. Misalnya, jika datang dari
arah utara, para pemudik akan melewati Desa Krajan maupun Banjaranyar di Pekuncen.

"Sedangkan jika dari arah barat maka bakal lewat Kecamatan Gumelar. Kalau dari arah timur, maka akan melalui Sumbang yang  berbatasan dengan Padamara, Purbalingga," ujarnya.

Sementara Bupati Banyumas Achmad Husein meminta kepada Gugus Desa untuk melakukan pengawasan di desanya masing-masing. Apabila memungkinkan, maka desa melarang mobil luar kota untuk msuk ke desanya," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT