05 May 2020, 02:40 WIB

Hoaks Bikin Resah di Masa Pandemi


MI | Megapolitan

POLDA Metro Jaya merekomendasikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir 218 akun media sosial (medsos). Ratusan akun itu terbukti menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian.

“Rinciannya 179 akun Instagram, 27 akun Facebook, 10 akun Twitter, dan 2 akun Whatsapp,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, kemarin.

Yusri mengatakan, ratusan kasus itu menyebarkan berita bohong terkait dengan korona, melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo dan pejabat negara lainnya. Motifnya, kata Yusri, iseng dan ingin menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Yang iseng karena ikutikutan menyebarkan, yang ujaran kebencian karena merasa pemerintah tidak becus menangani covid-19,”
imbuhnya.

Yusri mengatakan, pemblokiran akun itu merupakan kewenangan Kemenkominfo. Dia berharap Kemenkominfo segera memblokir akun tersebut agar tidak meresahkan masyarakat.

“Tugas polisi menjaga dan patroli dunia maya terhadap akun-akun yang menuliskan hate speech. Kita berupaya untuk blokir dulu sambil berjalan kita menyelidiki,” tuturnya.

Polisi telah menangani 443 kasus penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian terkait dengan virus korona baru (covid-19). Rinciannya, Polda Metro Jaya 166 kasus, Polres Jaksel 51 kasus, Polres Jakbar 36 kasus, Polres Jakut 23 kasus, Polres Jaktim 1 kasus, Polres Jakpus 36 kasus, dan Polres Depok 25 kasus.

Lalu, Polres Kota Bekasi 11 kasus, Polres Kabupaten Bekasi 44 kasus, Polresta Bandara Soetta 1 kasus, Polres Kota Tangerang 17 kasus, Polres Tangsel 8 kasus, Polres Kepulauan Seribu 5 kasus, dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok 19 kasus.

“Dari total keseluruhan kasus yang diselidiki, 14 kasus telah masuk tahap penyidikan dengan penetapan 10 orang sebagai tersangka,” ungkap Yusri. (Sru/J-1)

 

BERITA TERKAIT