05 May 2020, 00:55 WIB

Anak-Anak Vietnam Kembali ke Sekolah Seusai Rehat 3 Bulan


MI | Internasional

JUTAAN anak sekolah di Vietnam kembali ke kelas mereka, Senin (4/5), setelah negara melaporkan 17 hari berturut-turut tidak ada
penularan domestik dari infeksi virus korona baru (covid-19).

Keputusan membuka kembali sekolah di negara Asia Tenggara itu melonggarkan langkah-langkah jarak sosial pada akhir April. Di sebuah sekolah di barat Hanoi, siswa tingkat menengah berbasah dengan tenang memulai sekolah mereka sebelum masuk ke ruang kelas untuk pertama kalinya setelah lebih dari tiga bulan tidak bersekolah akibat pandemi.

“Saya sangat senang karena sering menginap di rumah,” kata Pham Anh Kiet, seperti dikutip dari France24.

“Aku yang menyelamatkan diri dengan aman, mengenakan maskerku, dan melepaskan tubuhku, aku tidak takut melawan virus,” tambahnya.

Tran Dang Ngoc Anh, 12, mengatakan dia merindukan teman-teman dan gurugurunya. Ia senang bisa kembali ke sekolah meski sedikit khawatir dengan mengenakan masker di kelas. Ada sekitar 22 juta pelajar di seluruh Vietnam. Setelah dipulangkan pada akhir Januari, beberapa anak kembali pada minggu lalu, tetapi yang lain, termasuk siswa sekolah dasar dan TK, harus menunggu lagi. Universitas pun sudah mulai dibuka satu per satu.

Vietnam telah memulihkan hanya 271 kasus virus dan nol kematian menurut penghitungan resmi pada Minggu (3/5). Itu sudah lebih dari dua minggu sejak negara itu melaporkan infeksi yang ditularkan ke dalam negeri.

Kendati demikian, pihak terkait tetap menegakkan langkah-langkah jarak sosial yang ketat di sekolah, yaitu murid-murid tetap menjaga jarak 1,5 meter. Setiap orang pun harus memakai masker. Seorang kepala sekolah di Hanoi, Nguyen Xuan Khang, mengakui akan sulit meminta anak-anak tetap menyetujui aturan jaga jarak sosial tersebut.

“Ketika waktu istirahat, yang muda, mereka sangat aktif. Karena itu, akan sulit bagi mereka yang membutuhkan jarak,” katanya.  (France24/Nur/I-1)

BERITA TERKAIT