05 May 2020, 00:35 WIB

Singapura Lakukan Tindakan Antipandemi Jangka Panjang


MI | Internasional

SINGAPURA berpandangan virus korona baru (covid-19) akan berada di tengah-tengah masyarakat dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, negara kota menyiapkan diri terhadap segala yang dibutuhkan tersebut.

“Dengan belum adanya vaksin dan perawatan antivirus khusus, penting bagi kami menyiapkan perencanaan kami, tetap bertahan untuk jangka panjang,” ujar Kedutaan Besar Singapura di Jakarta dalam keterangan resmi, kemarin.

Singapura akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk jalur perdagangan, jalur pasokan, dan komunikasi tetap terbuka. Khususnya, terhadap barang-barang penting, seperti menyetujui medis dan makanan.

Singapura melaporkan 573 kasus baru covid-19, Senin (4/5) siang. Karena itu, menjadikan total kasus di negara tersebut menjadi 18.778. Menurut Kementerian Kesehatan (MOH) dalam pembaruan harian tentang angka sementara, mayoritas kasus baru ialah pemegang izin kerja yang tinggal di asrama pekerja asing.

Kedutaan Besar Singapura di Jakarta mengatakan tingginya jumlah kasus di Singapura disebabkan pengujian ekstensif yang dilakukan. Negara ini melakukan rata-rata 2.900 tes per hari pada awal April, bahkan ditingkatkan sampai lebih dari 8.000 per hari pada akhir bulan.

“Ini diartikan tingkat pengujian sekitar 2.100 per 100.000 orang. Karena itu, dengan meningkatnya intensitas pengujian, semakin banyak pula kasus yang teridentifi kasi,” ujar Kedubes Singapura dalam sebuah keterangan resmi, kemarin.

Dijelaskan, tingkat pengujian yang luas memungkinkan pemerintah untuk memberikan perawatan dini bagi individu yang terinfeksi dan melakukan pelacakan untuk mencegah penularan lebih luas. Sejak awal menghadapi krisis covid-19, Singapura berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan orang-orang yang tinggal di Singapura.

Sementara itu, pemerintah Jepang, Senin (4/5), bersiap memperpanjang keadaan darurat nasional hingga akhir Mei untuk mengantisipasi pertempuran panjang melawan pandemi covid-19.

PM Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat sebulan penuh untuk Tokyo dan enam wilayah lainnya pada 7 April, kemudian memperluas
untuk mencakup seluruh negara. Keadaan darurat akan berakhir pada Rabu, tetapi Abe diperkirakan akan mengumumkan perpanjangan hingga 31 Mei setelah berkonsultasi dengan para ahli penyakit menular.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan dia telah meminta PM Abe yang bertanggung jawab atas wabah covid-19 Yasutoshi Nishimura,
tentang rencana pemerintah untuk perpanjangan.

“Mereka sedang menyusunnya untuk perpanjangan hingga 31 Mei,” kata Koike dalam pesan video kepada warga, Minggu malam. (CNA/AFP/Hym/I-1)
 

BERITA TERKAIT