05 May 2020, 07:05 WIB

Penerima Diperluas,Bansos Jangkau 60% Penduduk Miskin


M Ilham Ramadhan | Ekonomi

Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin mengungkapkan, bantuan sosial di masa pandemi covid-19 berbeda lantaran ada peluasan penerima manfaat.

Bantuan sosial yang digulirkan pemerintah saat ini disebut menyentuh 60% masyarakat termiskin. 

Peluasan tersebut merupakan bantalan ekonomi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19.

Masyita menuturkan, terdapat tiga kelompok masyarakat yang akan menerima bantuan sosial. Pertama, masyarakat yang ada di bawah garis kemiskinan. Kedua, masyarakat yang rentan jatuh miskin, yakni masyarakat yang potensial jatuh ke bawah garis kemiskinan bila terjadi guncangan pada pendapatannya.

Ketiga, masyarakat lain yang sejatinya berada jauh dari garis kemiskinan, namun pendapatannya terdampak situasi ekonomi akibat covid-19.

"Ketiga golongan ini menjadi prioritas pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial. Jumlahnya lebih dari 60% penduduk termiskin di Indonesia atau yang termasuk ke dalam desil 6 dari segi pendapatan," ujar Masyita melalui keterangan tertulisnya kepada Media Indonesia, Senin (4/5).

Ia menambahkan, sedianya pemerintah sudah memiliki dua program berjalan untuk mengatasi kemiskinan. Pertama ialah PKH (Program Keluarga Harapan) yang menyentuh 10 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Total penerima manfaat dari program ini adalah 40 juta orang atau 15% dari penduduk Indonesia, dengan asumsi tiap KPM beranggotakan 4 orang.

"Ini merupakan masyakarat yang termasuk desil 1 atau 10% masyarakat dengan pendapatan terendah. Masuk juga separuh dari masyarakat desil 2 atau 20% dengan pendapatan terendah," jelas Masyita.

Manfaat Kartu Sembako juga ditingkatkan nilainya ditingkatkan menjadi Rp200 ribu per bulan sepanjang tahun. Jumlah penerima Kartu Sembako setara dengan 30% masyarakat miskin di Indonesia.

"Kedua tipe bantuan ini, disalurkan melalui rekening dan e-wallet sehingga peningkatan jumlah manfaat dapat dengan mudah dilakukan top up dan disalurkan secara tepat sasaran," jelasnya. 

Pemerintah turut menambahkan bantuan lain di atas desil 3. Bantuan itu berupa pembebasan iuran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan 450VA dan diskon 50% bagi 7,2 juta pelanggan 900VA selama 3 bulan.

Pembebasan iuran listrik ini tidak mengecualikan penerima bantuah PKH dan Kartu Sembako. Sehingga mereka yang termasuk 15% lapisan terbawah mendapatkan tambahan manfaat di situasi ekonomi yang tidak mudah ini. 

Selain itu, terdapat tambahan bantuan sosial untuk masyarakat yang tidak termasuk dalam PKH maupun Kartu Sembako sebesar Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan (April-Juni) untuk 9 juta KPM di luar Jabodetabek. Rinciannya adalah 1.3 juta KPM di DKI Jakarta dan 600 ribu KPM di daerah Bodatabek. 

Pemerintah juga menyediakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk 11 juta KPM. Di desil teratas atau desil 6, pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap program Kartu Prakerja sehingga penerima manfaat juga menerima bantuan dalam bentuk cash sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan.

"Jadi, total penerima manfaat bantuan sosial dalam rangka penanganan covid-19 ini mencapai desil 6 atau 60% dari penduduk miskin di negeri ini. Bayangkan berbeda sekali dari bansos dalam kondisi normal yang hanya mencakup desil 3 atau 30% penduduk termiskin," pungkas Masyita. (E-1)

BERITA TERKAIT