04 May 2020, 19:39 WIB

183 Kantor Pemegang Izin Kemenperin Tak Adopsi Protokol Covid-19


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

DARI hasil inspeksi ke 841 perusahaan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta menemukan 183 perusahaan yang diizinkan beroperasi dari Kementrian Perindustrian, tapi lalai terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Mereka diberi peringatan oleh kami," ujar Kepala Disnaker DKI Jakarta Andri Yansyah dari laporannya, Senin (4/5).

183 perusahaan itu merupakan perusahaan yang dilarang beroperasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun mendapatkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) Kementrian Perindustrian.

Andri menjabarkan, dari 183 itu tersebar di empat wilayah Jakarta. Di Jakarta Utara ada 68 perusahaan dengan 15.665 pegawai yang ditemukan lalai terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Di Jakarta Selatan ada 11 perusahaan dengan 601 pegawai yang abai. Lalu di Jakarta Barat ada 40 perusahaan yang melanggar dengan 4.970 pegawai.

Di Jakarta Timur ada 64 perusahaan dengan 11.360 pegawai juga ditemukan abai oleh Disnaker DKI. Untuk di Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu tidak ditemukan.

Laporan lainnya yang ditemukan ialah 517 perusahaan dengan 62.766 atau tempat kerja yang diperbolehkan beroperasi sesuai aturan PSBB, masih belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan.

Hari ini Disnaker DKI juga mencatat ada 141 perusahaan ditutup karena melanggar aturan PSBB yakni,bergerak di sektor yang tidak dikecualikan. Dari penemuan tersebu 11.198 pegawai akan menerapkan work from home atau bekerja di rumah. (OL-4)

BERITA TERKAIT