04 May 2020, 18:00 WIB

Sedekah Plus Edukasi Physical Distancing Lewat Pembagian Takjil


Ihfa Firdausya | Ramadan

SUASANA tertib terlihat dalam kegiatan pembagian takjil gratis di Jalan Cempaka Putih Tengah, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam rangka menerapkan aturan jarak fisik di tengah pandemi covid-19, warga yang mengantre untuk mendapatkan takjil gratis berdiri di belakang penanda garis kuning.

Tiap garis diberi jarak 2 meter. Setiap orang terlihat sabar dalam antrean yang cukup panjang.

Nick Nurahman, salah satu penggerak kegiatan ini, menyebut pembagian takjil gratis di Cempaka Putih selain untuk berbagi kebaikan di bulan Ramadan juga ajang edukasi pentingnya physical distancing.

"Kita memberikan edukasi kepada warga apa sih pentingnya physical distancing. Tetap keluar rumah boleh tapi tidak perlu berdesak-desakan," ujarnya kepada Media Indonesia, Senin (4/5).

Pembagian takjil gratis ini berlangsung setiap hari selama bulan puasa. Mulai pukul 16.45 sampai 17.30.

Nick menuturkan, dalam situasi pandemi ini banyak masyarakat rentan yang mengalami tekanan ekonomi. Di sisi lain, katanya, ada masyarakat dengan ekonomi mapan yang bisa membantu masyarakat rentan.

"Masuk bulan Ramadan yang terdampak tadi dalam menjalankan puasa ujiannya berlapis-lapis. Oleh karena itu saya dan teman-teman merasa tergerak untuk membuat sebuah kegiatan takjil gratis," ungkapnya.

Baca juga  Gus Mus: Di Rumah Saja dan Tidak Mudik Adalah Sedekah

Setiap sore hingga hari kesepuluh bulan Ramadan ini ratusan mengantre untuk mendapatkan takjil gratis di Cempaka Putih.

Oleh karena itu, antrean harus diatur dengan prinsip physical distancing.

"Takjil gratis ini karena antre sampai ratusan, kita membuat sistem antrean dengan physical distancing 2 meter. Kita kasih garis-garis kuning," jelasnya.

Yang juga menarik, makanan takjil yang tersedia adalah hasil sumbangan masyarakat sekitar. Siapa saja, kata Nick, boleh menaruh makanan.

"Warga yang ingin sedekah dateng bawa makanan. Ada yang bikin 10, 20, 50 (takjil). Segala jenis makanan takjil pada bikin, bervariasi tiap hari. Ada kolak pisang, salak, es blewah, macam-macam," ungkapnya.

Nick mengatakan antusiasme warga pun semakin hari semakin besar.

"Saat pertama dibuka sekitar 50 takjil. Sekarang setiap hari dari 200-300 takjil habis juga dalam 20 menit," tuturnya.

"Harapan dan tujuan utamanya adalah solidaritas. Di bulan suci Ramadan ini kita ingin membantu sesama, di saat bersamaan juga ingin mengedukasi warga khususnya lapisan bawah bagaimana yang namanya physical distancing," pungkas Nick. (OL-7)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT