04 May 2020, 17:55 WIB

PSBB: Ada yang Nekad ke Mentawai, Gubernur Minta Tindak Tegas


Yose Hendra | Nusantara

PENERAPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disertai karantina wilayah yang dilakukan Kepulauan Mentawai, diduga mengalami kebocoran arus lalu lintas orang. Kapal yang dibolehkan hanya membawa logistik dan penumpang dengan kriteria tertentu, diduga masih ada penumpang gelap.

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno meminta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) agar tegas dalam menegakkan aturan, sehingga penularan covid-19 dapat kita cegah di pelabuhan penyeberangan ASDP Bungus, Kota Padang.

Irwan Prayitno menegaskan pelarangan kapal yang bertolak dari Pelabuhan Samudera Bungus menuju Kepulauan Mentawai membawa penumpang sesuai Permenhub Nomor 25 Tahun 2020.

"Kita harus tegas. Tidak ada lagi penumpang diangkut dengan kapal ke Mentawai. Ketegasan itu dibutuhkan agar upaya memutus rantai penyebaran covid-19 berjalan secara optimal," ujar Irwan, Senin (4/5).

Irwan Prayitno juga katakan, hal ini sejalan juga dengan upaya Pemkab Mentawai menerapkan kebijakan karantina lokal untuk mencegah penyebaran virus korona jenis baru tersebut di daerah itu.

"KSOP, BPTD mesti menjalankan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 memang ada penumpang yang dikecualikan," jelasnya.

Penumpang yang boleh masuk ke Mentawai, jelas Irwan, adalah TNI, Polri atau ASN yang ditugaskan dalam penanganan covid-19. Selain itu ada juga pedagang yang membawa barang dagangannya untuk kebutuhan Kepulauan Mentawai, seperti pedagang bahan pokok.

"Namun, mereka yang diizinkan itu tetap harus diperiksa kesehatannya sebelum berlayar," tukas Irwan Prayitno.

Kapal ASDP Ambu-Ambu dan Gambolo tetap dibolehkan  berlayar dengan syarat tidak membawa penumpang (orang) dan hanya membawa barang-barang, seperti barang dagangan dan kebutuhan bahan pokok makanan.

Irwan mengatakan agar pembatasan itu bisa optimal, pengawasan akan dilakukan oleh TNI dan Polri.

Sementara itu Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake berharap aturan untuk mencegah penyebaran covid-19 di Mentawai dijalankan.

Ia berharap kapal yang berangkat dari Padang ke Mentawai hanya membawa logistik. Pasalnya, logistik Mentawai ketergantungan pasokan dari Sumbar daratan. Hingga Senin (4/5), kasus positif covid di Mentawai adalah 2 orang. (OL-13)

Baca Juga: Ajib Kelulusan UN SMA/SMK di Lembata 100 Persen

Baca Juga: DPRD Usul Bansos Sembako Diganti Uang Tunai agar Lebih Efektif

BERITA TERKAIT