04 May 2020, 16:50 WIB

Tuban Panen Raya Udang disaat Harga Bagus


Ahmad Yakub | Ekonomi

DI tengah merebaknya wabah virus korona, Pemkab Tuban, Jawa Timur memanen udang di Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang. Panen raya udang vaname ini seluas 1,5 hektare dengan harga jual senilai Rp51 ribu per kilogram (kg).

Udang jenis Vaname tersebut merupakan budidaya kelompok petambak binaan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Tuban di tambak seluas 1,5 hektar.

Udang tersebut dipelihara di tujuh petak tambak berukuran antara 2.500 hingga 3.000 meter persegi. Sedangkan setiap petak oleh kelompok ditabur 200.000 benur.

Bupati Fathul Huda mengapresiasi program dari Diskanak tersebut, karena masih bisa eksis di tengah merebaknya Covid-19.  Sebab, hal itu sangat membantu warga tetap bekerja di tengah wabah seperti ini.

"Sesungguhnya bahaya virus corona bukan hanya yang terpapar saja, tapi efek sosial dan ekonominya juga," ujar Bupati Huda usai panen raya, Senin (4/5)

Ia menegaskan kegiatan tersebut juga untuk mengedukasi masyarakat bahwa potensi di daerah ini sangat besar. "Baik itu potensi laut maupun darat, bisa eksis selama dikelola secara profesional," jelasnya.

Kepala Diskanak Tuban,  M. Amenan menambahkan, kegiatan panen udang vaname telah dilakukan setelah udang berumur 80 hari. Total benih (benur) yang ditabur di tujuh petak tambak 1,5 juta ekor.

Ia mengatakan, harga jual udang vaname mencapai Rp51 ribu per kilogram untuk size (ukuran) 100. Perbedaan harga per sizenya Rp300 tapi yang dijadikan patokan size 100.

"Saat ini sedang dicoba membuat size 30, karena ukuran itu bisa senilai Rp200 ribu per kilogram," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, saat ini potensi ekspor udang vaname sangat terbuka lebar. Pihaknya berharap peluang pasar bisa diraih oleh kelompok petambak.

"Kita punya tujuh petak, dan per petak bisa panen tiga ton, coba hitung saja berapa yang kita dapat," pungkas Amenan. (OL-13)

Baca Juga: Presiden Minta Pembubaran Paksa Warung Jangan Terulang

Baca Juga: 3 Pengedar Narkoba Ditangkap saat Pandemi Covid-19 di Bogor

BERITA TERKAIT