04 May 2020, 16:19 WIB

Ombudsman Banyak Terima Laporan Soal Bansos di Jakarta


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

OMBUDSMAN Perwakilan Jakarta Raya menerima 25 laporan masalah terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 1 yang berlangsung pada 10 April hingga 23 April.

Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho mengatakan Laporan didominasi oleh permasalahan soal bantuan sosial (bansos).

"Sebagian besar soal bansos. Misalnya banyak yang sudah terkena PHK menjadi tidak mampu tidak terdaftar sebagai penerima bansos," ungkap Teguh saat dihubungi Media Indonesia, Senin (4/5).

Ombudsman Jakarta Raya juga menerima laporan terkait pekerja informal yang luput dari penyaluran bansos.

Teguh menjelaskan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta. Komunikasi itu dilakukan pada 23 April lalu. Ia pun menyebut Dinsos berjanji akan memperbaiki pendataan tersebut.

"Sudah, sudah. Mereka berjanji dan sekarang pendataan sedang diperbaiki bahkan melibatkan RT dan RW," terangnya.

Teguh juga mengimbau agar masyarakat yang merasa menjadi warga tidak mampu serta membutuhkan bantuan agar bergerak aktif mendaftarkan diri kepada RT/RW setempat. RT/RW juga diminta agar proaktif mendatangi dan mendata warga yang membutuhkan bantuan. Terlebih PSBB diperpanjang hingga 22 Mei mendatang dan tidak menutup kemungkinan akan kembali diperpanjang jika kasus covid-19 masih bertambah.(OL-4)

BERITA TERKAIT