04 May 2020, 15:30 WIB

Berita Bohong Covid-19 di Jakarta Meningkat


Sri Utami | Megapolitan

POLDA Metro Jaya mengungkapkan sebanyak 443 kasus penyebaran berita bohong  dan ujaran kebencian terjadi dalam kurun waktu April-Mei.

Kasus tersebut menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus merupakan berita bohong terkait pendemi virus covid-19. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan 2019 lalu. 

"Selama pendemi covid-19 dari April sampai dengan Mei, minggu ke 14, 15, 16, 17, memang ada peningkatan. Ada sekitar 443 laporan informasi yang kita dapat," jelasnya. 

Dalam jumpa pers Senin (4/5) Yusri merinci dari jumlah tersebut 166 di antaranya ditangani atau diselidiki Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, 51 kasus diselidiki Polres Metro Jakarta Selatan, 36 kasus ditangani Polres Metro Jakarta Barat dan 36 kasus ditangani Polres Metro Jakarta Pusat. Sedangkan 14 kasus telah masuk tahap penyidikan dengan penetapan 10 tersangka.

Baca juga :3 Pengedar Narkoba Ditangkap saat Pandemi Covid-19 di Bogor

"Tetapi yang sudah terungkap sekitar 14 laporan polisi dengan penetapan tersangka sebanyak 10 orang," ucapnya .

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik para pelaku mengaku ingin menimbulkan keresahan pada masyarakat di tengah pandemi seperti saat ini.  Mayoritas berita bohong dan bernada kebencian ini disebar melalui media sosial. Para tersangka pun akan dijerat Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Juncto Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207, 208 Ayat 1 KUHP. 

"Ancaman hukumannya beragam, ada yang enam tahun, ada juga  yang sepuluh tahun. Beda-beda," tukasnya. (OL-2).

 

BERITA TERKAIT