04 May 2020, 15:07 WIB

BKKBN Luncurkan Website Edukasi Pernikahan Siapnikah.org


Ihfa Firdausya | Humaniora

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Rumah Perubahan resmi meluncurkan website edukasi pernikahan siapnikah.org.

Peluncuran website ini adalah upaya BKKBN menyiapkan para remaja untuk membangun keluarga yang berkualitas di era digital dan juga mendukung kesehatan masyarakat berkelanjutan.

Berbagai konten yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dalam mempersiapkan pernikahan dihadirkan di siapnikah.org, termasuk mempersiapkan diri dalam pengasuhan anak (parenting).

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa pendekatan digital dalam edukasi pernikahan tidak terlepas dari jumlah generasi millenial yang mendominasi populasi saat ini.

"Mereka ini adalah penduduk yang jelas-jelas karakternya berbeda karena ekosistem berbeda. Ini yang membuat kita kenapa hari ini harus melaunching siapnikah.org bersama Rumah Perubahan," ungkap Hasto dalam webinar peluncuran siapnikah.org, Senin (4/5).

Menurutnya, doktrin-doktrin lama dengan membujuk remaja untuk tidak nikah muda kurang relevan lagi. Saat ini yang diperlukan adalah mengubah mindset mereka dengan menyampaikan edukasi ilmiah.

"Kalau mereka paham, misalnya, nikah usia 16 ternyata risiko kanker mulut rahimnya tinggi; kalau hubungan seks pada usia 16 itu ternyata mulut rahimnya masih terbuka, daerah yang mau jadi kanker masih di luar," jelasnya.

"Ini kita memberi pengetahuan. Setelah dia tahu, mindsetnya akan berubah. Setelah mindsetnya berubah, dia sendiri yang menentukan untuk tidak akan kawin usia di bawah 19 atau 20," imbuh Hasto.

Menurutnya, kesehatan reproduksi akan menemui banyak masalah ketika rencana untuk menikah tidak disiapkan dengan sebaik-baiknya.

"Mereka yang mau menikah misalkan lebih lebih sibuk menyiapkan prewedding yang menghabiskan puluhan juta. Namun, menyiapkan sperma suami yang butuh 75 hari membikin sperma yang sehat, hanya dengan minum zinc, asam folat atau vitamin C, yang harganya 10 ribu, tidak dibeli. Karena apa? Karena tidak tahu," katanya.

Baca juga : Peduli Covid-19, PT ASABRI Bagikan 1.200 Paket Sembako

"Oleh karena itu, inilah pentingnya Rumah Perubahan bersama BKKBN untuk kemudian kita bisa melaunching web. Nantinya ada tentang siap nikah, siap secara holistik. Dalam sisi biologis, secara reproduksi dan ekonomi, dan lain-lain," pungkas Hasto.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Rumah Perubahan Rhenald Kasali menyebut pendekatan seperti ini sesuai akan kebutuhan Family 4.0. Mereka, katanya, punya demand tersendiri terhadap konten kesehatan.

Informasi yang benar mengenai hal ini akan menghindarkan Family 4.0 dari risiko ancaman berbagai hoaks kesehatan.

"Ada tiga hal yang harus dipersiapkan. Pertama family 4.0 harus melatih literasi digital. Kemudian kemerdekaan finansial, dan parenting," kata Rhenald.

Dia menekankan bahwa dunia teknologi ini di samping sangat bermanfaat juga bisa sangat berbahaya.

"Sekarang ini parenting penting sekali karena cara mendidik anak berubah sekarang. Bagaimana kita memahami kecerdasan anak ini menjadi penting sekali. Lalu, kita sebagai orang tua pun harus terus mendampingi anak," tandasnya.

BKKB dan Rumah Perubahan berharap siapnikah.org bisa menjadi rujukan bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri sebelum masuk gerbang pernikahan, maupun bagi keluarga muda yang ingin belajar ilmu parenting. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT