04 May 2020, 12:33 WIB

Harimau Sumatra di Pelangiran Berhasil Dievakuasi


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

PENANGANAN konflik harimau sumatra (panthera tigris suamtrae) dengan manusia di PT Riau Indo Agropalma (RIA) Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau berhasil dilaksanakan secara terpadu. Terlebih setelah timbulnya korban jiwa yang berulangkali di wilayah tersebut dari 2018 sampai April 2020.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan penanganan memerlukan waktu yang panjang dikarenakan evakuasi dilakukan secara baik, dengan sangat hati-hati, tanpa menyakiti satwa tersebut.

"Kami melakukan pengamatan perilaku terhadap individu-individu yang berada di wilayah tersebut sampai akhirnya Tim Balai Besar KSDA Riau menemukan titik atau wilayah habitat dari harimau suspect yang dicurigai sebagai harimau sumatra yang kerap menimbulkan korban jiwa," kata Suharyono, Senin (4/5).

Ia mengungkapkan, atas dasar keputusan bersama dengan pihak terkait pemda dan aparat setempat baik TNI, POLRI, BPBD, dan pemegang konsesi melakukan upaya-upaya  penanggulangan konflik harimau sumatra. Adapun kronologis penanganan tersebut diantaranya upaya secara intens dilakukan oleh BBKSDA Riau bersama instansi terkait sejak November 2019.

"Tim terpadu penanggulangan harimau sumatra telah berada di lokasi sejak Januari 2020 dan melakukan survey dengan menggunakan 7 camera trap," jelasnya.

Berdasarkan hasil survey camera trap, lanjutnya, tim gabungan melakukan pemasangan box trap pada akhir Februari 2020 sebanyak 4 titik yang sering dilalui satwa tersebut. Dari hasil rekaman camera trap diketahui 6 kali harimau sumatra hampir memasuki box trap yang dipasang tiim, namun seolah-olah satwa tersebut menunjukkan tanda-tanda keraguan dan tidak jadi memasuki box trap yang dipasang.

Selanjutnya, tim terpadu selalu mengevaluasi setiap hasil rekaman camera trap dan kemudian memodifikasi ulang box trap, termasuk kondisi sekitarnya dengan maksud mengkondisikan box trap sedemikian rupa agar HS memasuki box trap dimaksud.

"Hari Sabtu, 2 Mei 2020, akhirnya harimau sumatra suspect man eater telah berhasil masuk dalam box trap yang dipasang tim terpadu di Petak 0226 Kanal Sekunder 41 D PT RIA Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir dengan umpan satu ekor kambing," ungkapnya.

Suharyono menjelaskan, tim terpadu membawa harimau sumatra dari lokasi ke kantor Distrik PT RIA dengan waktu 1,5 jam menggunakan perahu motor. Setelah sampai di kantor distrik PT RIA, tim medis BBKSDA Riau melakukan pembiusan terhadap satwa tersebut. Lebih kurang 10 menit setelah harimau sumatra dipastikan pingsan, tim segera melakukan pemindahan dari box trap ke kandang evakuasi dan disadarkan kembali dengan anti dota sebelum melanjutkan perjalanan ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD) di Sumatra Barat.

baca juga: Tanggul Jebol, Banjir Landa Lembang Saat Warga Buka Puasa

"Perjalanan ke PRHSD Sumatra Barat ditempuh dengan 5 jam perjalanan air dari Pelangiran ke Tembilahan dimulai dari pukul 21.15 WIB dan sampai ke Tembilahan pukul 02.45 WIB. Dari Tembilahan menuju Dharmasraya dimulai pukul 05.00 WIB  dan sampai di Dharmasraya diperkirakan sekitar pukul 18.00 WIB," jelasnya.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT