04 May 2020, 12:30 WIB

Warga Kebon Baru Tolak Sekolah Jadi Tempat Isolasi Pasien Korona


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

RENCANA Pemprov DKI Jakarta menyulap sejumlah sekolah untuk akomodasi tenaga medis dan isolasi pasien terkait virus korona atau Covid-19 mendapatkan penolakan. Kali ini, warga Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan menolak keras rencana peminjaman ruang di delapan sekolah yang berada di kawasan tersebut.

Salah satu warga yang meminta dirahasiakan identitasnya menilai, rencana pemerintah menjadikan ruang sekolah lokasi isolasi pasien dan akomodasi perawat Covid-19 tidak tepat karena lokasi sekolah yang sangat berhimpitan dengan pemukiman warga.

Baca juga: Dishub Kota Sukabumi Siapkan Aturan Transportasi Saat PSBB

“Ini pemukiman padat penduduk, lagian banjir melulu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (4/5).

Ia pun menyesalkan terbitnya surat berisi pengajuan ruang sekolah sebagai tempat isolasi yang ditandatangani langsung Lurah Kebon Baru, Fadhilah Nursehati. Dalam surat bernomor 195/-1/772.1 itu Fadhilah menyatakan siap membantu meminjamkan ruang-ruang kelas di delapan sekolah yang berdiri di Kelurahan Kebon Baru.

Delapan sekolah yang ditunjuk yakni TK Negeri 01, SDN 05 Kebon Baru, SDN 07 Kebon Baru, SDN 10 Kebon Baru, SDN 09 Kebon Baru, SDN 011 Kebon Baru, SMP 265, dan SMAN 37 Jakarta.

Warga mengatakan, pengajuan ruang kelas di delapan sekolah tersebut dilakukan tanpa melibatkan warga. Padahal edukasi dalam hal ini sangat penting, apalagi banyak warga di Kebon Baru yang berstatus manula.

“Kami di sini semakin resah, karena sampai saat ini tidak ada sosialisasi ke warga. Lurah enak karena dia tidak tinggal di sini, dan akan beda cerita kalau beliau tinggal di sini,” ungkap warga tersebut.

Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sebelumnya telah mengingatkan agar Pemprov DKI meninjau ulang rencana tersebut. Menurutnya, sangat tidak representatif menjadikan sekolah di Jakarta lokasi akomodasi tenaga medis dan ruang isolasi pasien terpapar virus corona.

Prasetio menilai, banyak sekolah yang diusulkan menjadi tempat isolasi berada di tengah permukiman. Menurutnya, kebijakan tersebut jangan sampai mengubah lingkungan sekolah justru menjadi zona merah.

"Sekolah-sekolah yang diusulkan Dinas Pendidikan ini kan juga banyak yang di tengah pemukiman. Jangan sampai di kawasan zona biru justru menjadi zona merah dengan kebijakan yang dikeluarkan," ujarnya.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Pangan dengan Berkebun di Rumah

Imbauan yang sama juga telah dilontarkan Komisi E DPRD DKI Jakarta. Komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat itu menilai akomodasi tenaga medis dan perawatan bagi pasien sangat tidak mumpuni untuk dilakukan di ruang sekolah yang ada di Jakarta.

“Lebih baik pergunakan rusun-rusun yang belum terpakai untuk tempt isolasi, itu lebih baik. Salah satunya Rusun Pasar Rumput. Itu saja yang dipergunakan, karena kalau Rusun ruangannya lebih banyak, dan kosong, jadi gak banyak yang harus dipindahin,” ungkap Iman Satria, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta. (OL-6)

BERITA TERKAIT