04 May 2020, 11:38 WIB

Dishub Kota Sukabumi Siapkan Aturan Transportasi Saat PSBB


Benny Bastiandy | Nusantara

DINAS Perhubungan Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyiapkan skenario aktivitas angkutan umum maupun kendaraan pribadi selama berlangsungnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 6-19 Mei. Skenario tersebut lebih ke arah kebijakan pembatasan untuk mengurangi interaksi masyarakat.

Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman, mengaku telah membahas intensif berbagai aturan transportasi yang nanti diterapkan selama PSBB sebagai upaya menekan penyebaran covid-19. Untuk penumpang di dalam angkutan kota hanya diperbolehkan terisi maksimal 50% dari kapasitas.

"Tempat duduknya pun diatur. Di kursi depan hanya boleh ada 1 orang yaitu sopir. Kemudian di jok belakang kanan pengemudi diisi 3 orang berjarak. Sedangkan di jok belakang kiri pengemudi diisi 2 orang berjarak," terang Abdul kepada Media Indonesia, Senin (4/5).

Sedangkan untuk transportasi daring berbasis aplikasi roda dua, kata Abdul, dilarang membawa penumpang. Mereka hanya diperbolehkan membawa barang saja.

"Aturan pembatasan transportasi selama PSBB nanti, juga berlaku bagi kendaraan pribadi. Untuk sepeda motor, masih diperbolehkan membonceng dengan catatan alamat pada kartu identitasnya harus sama," jelasnya.

Sementara aturan transportasi untuk mobil pribadi, jelas Abdul, disesuaikan dengan jumlah baris kursi. Jika mobil berkursi dua baris, hanya bisa diisi 3 orang. Satu orang sopir di baris depan dan dua orang di kursi baris belakang berjarak.

"Untuk mobil yang memiliki tiga baris kursi hanya boleh diisi 4 orang. Satu orang sopir di kursi baris depan, dua penumpang di kursi baris kedua, dan satu orang di kursi baris ketiga," bebernya.

Abdul mengatakan Dishub Kota Sukabumi juga akan mensterilisasi sejumlah titik ruas jalan protokol dari kendaraan. Pada bahu ruas-ruas jalan tersebut sudah tak diperbolehkan digunakan sebagai tempat parkir kendaraan.

"Lokasinya berada di sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani, kemudian di simpang Jalan Zaenal Zakse, Jalan Stasiun Timur, serta simpang Jalan Perintis Kemerdekaan," imbuh Abdul.

Abdul mengharapkan kerja sama dari semua masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi maupun pengguna jasa angkutan transportasi umum. PSBB akan berhasil ketika semua elemen masyarakat menyadari pentingnya melakukan pembatasan aktivitas sosial.

"Bagi masyarakat juga diharapkan tidak terlalu banyak berinteraksi di luar rumah. Kalaupun harus keluar rumah, hanya untuk membeli kebutuhan pokok. Itu pun wajib bermasker karena Pemkot Sukabumi telah mengeluarkan kebijakan wajib bermasker mulai 1 Mei," tandas Abdul.

Sementara itu, Pemkot Sukabumi masih memberlakukan wajib bermasker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Aturan yang diberlakukan sejak 1 Mei itu merupakan bagian pra-PSBB yang mulai dilaksanakan 6-19 Mei.

baca juga: Ketua RT/RW di Surabaya Jangan Malu Jika Ada Warga Positif Korona

Setiap hari unsur Forkopimda memantau pelaksanaannya. Untuk mengawasinya, Pemkot Sukabumi juga mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) di setiap cek poin wajib bermasker.

"Kami harapkan kerja sama dari semua elemen masyarakat agar pelaksanaan PSBB nanti bisa berjalan lancar. Salah satunya wajib bermasker saat beraktivitas di luar rumah," tegas Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. (OL-3)

BERITA TERKAIT