04 May 2020, 09:14 WIB

Jateng Digelontor Bawang Putih Picu Anjloknya Bawang Lokal


Tosiani | Nusantara

PANEN bawang putih saat ini terjadi bersamaan dengan masuknya 54.000 bawang putih ke daerah Jawa Tengah. Kondisi ini membuat bawang putih lokal sulit terserap, dan mengalami penurunan harga. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi menyampaikan hal itu, Senin (4/5).

Padahal produksi bawang putih Kabupaten Temanggung saat ini sudah mencapai sekitar 6.000 ton. Panen juga masih akan terus berlanjut hingga akhir Mei. Adapun total volume panen diperkirakan mencapai hingga 12.000 ton.

"Sekitar 10.000 ton dari total volume panen itu akan dijual ke pasar, sedangkan 2.000 ton akan disimpan petani sebagai bibit," katanya.

baca juga: ASN di Temanggung Wajib Beli Bawang Putih dan Cabai Dari Petani

Sedangkan harga bawang putih panen atau cabut basah di tingkat petani, saat ini berkisar Rp6.000-Rp8.000 per kilogram (kg). Harga ini jauh di bawah harga sebelumnya yang berkisar Rp 10.000-Rp 14.000 per kg. Harga bawang putih lokal untuk konsumsi di pasaran hanya mencapai harga Rp20.000 per kg, di bawah rata-rata harga di pasaran, yang saat ini dikuasai bawang putih impor dengan harga Rp25.000 per kg.

Terkait hal ini, KORPRI Jawa Tengah sudah berupaya membantu dengan membeli enam ton bawang putih Temanggung. Bawang putih lokal ini juga terus dipromosikan dan permintaan bawang sudah mulai muncul dari sejumlah kabupaten lain. (OL-3)

BERITA TERKAIT