04 May 2020, 08:35 WIB

Puluhan Karyawan Toko Swalayan di Sleman Jalani Rapid Test


Agus Utantoro | Nusantara

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo membenarkan puluhan karyawan sebuah toko swalayan di Sleman menjalani rapid test covid-19. 

"Ini karena ada satu karyawan toko swalayan tersebut yang positif covid-19," kata Joko, Senin (4/5).

Menurut dia, rapid test untuk 30-an karyawan tersebut dilakukan pada hari Sabtu lalu di Puskesmas Mlati, Sleman. Ia menambahkan rapid test ini hasil contact tracing terhadap kasus 67, diketahui sebagai karyawan sebuah swalayan tersebut, sehingga diputuskan untuk melakukan rapid test. Hasil rapid test, jelas Joko, lima karyawan menunjukkan reaktif sehingga dilakukan penanganan lanjut.

"Lima orang reaktif itu selanjutnya harus menjalani pemeriksaan Polymerase Chain Reaction atau PCR. Tes swab dilakukan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada," ujarnya.

Joko meminta publik tak berspekulasi. Kasus tersebut belum bisa disebut klaster baru karena sejumlah hal. Salah satunya belum ada pasien positif generasi kedua dari kasus 67. Selain itu, hasil swab dari orang yang sebelumnya ikut rapid test belum diketahui. Lima orang reaktif itu wajib isolasi 14 hari menunggu hasil swab.

Joko menegaskan, dengan melihat itu maka belum dapat kemudian dikatakan sebagai klaster swalayan. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, jelasnya, terus melakukan tracing atau penelusuran setiap kasus, termasuk karyawan swalayan itu. Menurut dia, pasien kasus 67 laki-laki 40 tahun merupakan warga Sleman. Sejak ditetapkan positif covid-19 pada 18 April, pasien itu telah sembuh sejak 10 hari lalu.

baca juga: ASN di Temanggung Wajib Beli Bawang Putih dan Cabai Dari Petani

Joko menambahkan, kasus 67 ini memiliki riwayat perjalanan ke Inggris.Menyinggung ketersediaan rapid test Kit, Joko menyebutkan, Sleman memili 3.120 alat rapid test, dan sudah digunakan sebanyal 2.560. Hasilnya 81 reaktif. 

"Dari 81 ini, 10 di antaranya positif covid-19," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT