04 May 2020, 07:41 WIB

Eijkman: Tokoh Agama Ajak Masyarakat Patuhi Pencegahan Covid-19


Fachri Audhia Hafiez | Humaniora

KEPALA Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, menilai ajakan gugus tugas penanganan covid-19 tidak cukup untuk mengajak masyarakat memahami upaya-upaya pencegahan penyebaran virus korona. Peran tokoh agama penting dilibatkan.

"Jadi kita mesti memanfaatkan pemuka agama, tokoh masyarakat untuk bicara bukan petugas," kata Amin dalam diskusi virtual, Minggu (3/5).

Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, beberapa kelompok masyarakat masih kedapatan melaksanakan ibadah di luar rumah. Ini membuktikan masih kurangnya kepekaan masyarakat terhadap suasana di tengah pandemi atau sense of crisis.

"Jadi tugas kita untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Karena kita lihat sampai dengan masih banyak (beribadah di luar) tidak jaga jarak, tidak pakai masker, bubarnya seperti tidak ada apa-apa," ucap Amin.

Petugas yang menertibkan kerumunan massa di tempat ibadah seperti itu diyakini tak mampu berbuat banyak. Selain itu dikhawatirkan terjadi ketegangan bila upaya itu dilakukan oleh petugas.

"Kalau petugas pasti akan mengalami resistensi yang cukup tinggi, tapi kalau pemuka masyarakat yang bicara itu mungkin akan beda," ujar Amin.

Baca juga: Tokoh Agama: Spirit PSBB sesuai dengan Syariat Islam

Sebagai contoh di DKI Jakarta, dari 3.200 masjid yang tersebar di Ibu Kota, 40 di antaranya masih melaksanakan Salat Tarawih. Beberapa masjid juga masih menggelar Salat Jumat.

Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat mengatakan, Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 jelas mengatur agar warga beribadah di rumah. Bahkan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, MUI DKI, dan DMI Jakarta telah mengeluarkan surat edaran bernada serupa.

"(Surat edaran berisi) imbauan pelaksanaan kegiatan ibadah dalam masa darurat pandemi covid-19 ini semuanya dilaksanakan di rumah, baik itu salat berjemaah Jumat, termasuk tarawih, dan lain sebagainya," ucap Hendra saat dihubungi, Rabu (29/4). (A-2)

 

BERITA TERKAIT