04 May 2020, 07:20 WIB

Korban Meninggal Naik Lagi


SURYANI WANDARI PUTRI | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Bodetabek, kepolisian, dan TNI, terkait dengan penerapan regulasi pembatasan masuk Jakarta setelah Lebaran.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan mengumumkan secara lengkap landasan pembatasan keluar-masuk DKI Jakarta. “Aturannya siap baru diumumkan. Intinya akan ada pembatasan mereka yang masuk ke Jakarta se sudah musim Lebaran,” tandas Anies.

Pengetatan keluar-masuk Jakarta diterapkan untuk mencegah penularan covid-19. Ada kekhawatiran, para pemudik dari zona merah yang kembali ke Jakarta membawa virus korona.

Kepada perantau yang saat ini masih berada di Jakarta, mantan Mendikbud itu meminta tidak mencuri-curi kesempatan untuk mudik. “Selain dalam perjalanan mudik akan dicegat polisi, saat balik tidak akan bisa lagi masuk Jakarta dalam waktu cepat,” imbuhnya.

Semakin tegasnya Pemprov DKI menerapkan protokol PSBB tak terlepas dari masih fluktuatifnya pasien positif covid-19 meski di sisi lain angka penderita yang sembuh juga melonjak.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Fify Mulyani, jumlah pasien yang sembuh dari virus korona, Minggu (3/5), bertambah 59 orang.

Sebelumnya, Sabtu (2/5), yang sembuh 562 orang. “Total yang sembuh sudah 621 orang dari 4.417 kasus positif,” ujarnya. Namun, korban yang meninggal naik lagi dari 7 pada Sabtu (2/5) menjadi 10 pada Minggu (3/5) sehingga total sudah 410 warga DKI Jakarta yang dikuburkan karena covid- 19.

Dalam menekan menjalarnya virus korona, Pemprov DKI juga menggencarkan razia terhadap pelanggar PSBB. Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko menyebutkan pihaknya sudah menjaring 55 orang. *Mereka terdiri dari 2 tunawis ma, 28 penyandang masa lah kesejahteraan sosial (PMKS), dan 25 orang yang ber kerumun. Semua yang terjaring dibawa ke penampungan Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tanjung Priok untuk menjalani rapid test. Selama di penampungan, diberi makan hingga PSBB selesai pada 22 Mei.

Sudin Sosial Jakarta Barat juga merazia 44 PMKS dan menampungnya di GOR Cengkareng. “Semua yang kami jaring sudah mendapat rapid test dan hasilnya ne gatif. Kalau positif enggak boleh ditampung sebab GOR harus steril covid- 19,” tutur Kasudinsos Jakbar Mursidin, kemarin.

Di Kota Depok, pelanggaran PSBB menjadi-jadi. Dengan alasan ngabuburit, anak remaja berboncengan dua sampai tiga orang dalam satu sepeda motor tanpa mengenakan masker. Tak hanya kalangan remaja, para orang tua pun banyak tidak memahami PSBB.

Di Jalan Cagar Alam, Taman Merdeka, Jembatan Serong, Perkapuran, dan sejumlah titik zona merah lainnya, banyak orang tua berkumpul dan mengajak anak-anak ba litanya. “Mau nyari buka - an,” kilas Bagas, warga Cagar Alam. (Put/Ins/KG/J-2)

BERITA TERKAIT