04 May 2020, 04:10 WIB

Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik


MI | Ekonomi

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membantah adanya kenaikan tarif dasar listrik di tengah pandemi covid-19.

PLN memperkirakan kenaikan nilai pembayaran yang dikeluhkan masyarakat lebih karena peningkatan pemakaian selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka,
mengatakan tarif listrik tidak pernah naik sejak 2017.

“Mungkin sekarang ada peningkatan penggunaan listrik atau peningkatan konsumsi listrik sehingga jumlah tagihan meningkat juga,” ujar Made.

Pihaknya memahami akibat dari pandemi ini, penggunaan listrik di masyarakat lebih banyak dari biasanya. Kenaikan tagihan PLN dialami warga Desa Kalisuren, Kabupaten Bogor, Sri Ambar Wahyuni.

“Biasanya tagihan rata-rata Rp500 ribu. Tagihan April menjadi Rp700 ribu. Saya sudah WA ke petugas PLN, tapi tidak ada jawaban.”


Bantu industri kecil

Untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi virus korona, PLN juga telah menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan
stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik pelanggan rumah tangga daya 450 VA, pelanggan bisnis dan industri kecil daya 450 VA, serta potongan tagihan sebesar 50% untuk pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

Made menjelaskan untuk pelanggan bisnis dan industri daya 450 VA pascabayar, secara otomatis tagihan untuk pemakaian pada rekening Mei sampai dengan Oktober ialah Rp0, sedangkan untuk pelanggan yang menggunakan token listrik, token gratis tersebut dapat diperoleh baik melalui web, yakni www.pln.co.id maupun aplikasi Whatsapp ke nomor 0812-2-123-123.

“Pelanggan dapat mengirimkan nomor ID pelanggannya ke nomor di atas melalui aplikasi Whatsapp, dan apabila pelanggan tersebut
datanya cocok sesuai dengan kriteria penerima program gratis listrik, si pelanggan akan mendapatkan token yang dapat diisikan ke meteran prabayarnya,” tandasnya. (Iam/Des/E-1)

BERITA TERKAIT