04 May 2020, 02:50 WIB

Edwin Ternikmat, Inspirasi dari Fiksi


MI | Humaniora

SUTRADARA Edwin, 42, saat ini tengah mengerjakan film terbarunya, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Film yang diproyeksikan tayang pada 2021 ini merupakan adaptasi novel Eka Kurniawan berjudul sama.

Edwin mengaku memang kerap kali terinspirasi dari karya-karya fiksi untuk penggarapan filmnya. Ia mencontohkan, ketika membaca cerpen atau novel tanpa harus menyelesaikan ceritanya, akan terpantik imajinasi visual dalam kepalanya. Namun, ia juga mengungkapkan inspirasi bisa datang dari mana pun, seperti tayangan televisi, berita, bahkan sinetron.

“Apa pun bisa jadi inspirasi. Namun, paling enak memang kayak dari buku. Enggak usah dihabisin novelnya, sudah terbayang. Ada satu momen di chapter apa, mengundang secara visual untuk diteruskan ke arah cerita lain. Bisa jadi bentuk yang terpengaruh.

Ada karya orang lain yang memengaruhi proses saya bikin film,” ungkapnya saat siaran langsung di akun Instagram Arkipel dalam program Amarcord, kemarin.

Film yang bakal melibatkan Ladya Cheryl itu akan menggunakan medium seluloid, yang memang kerap ia pakai sebagai wahana bereksplorasi. Ia juga bergiat dengan kolektif bernama Lab Laba-Laba yang lahir pascakunjungannya ke Lab PFN (Perusahaan Film Negara). “Di situ banyak banget film-film di PFN yang enggak keurus. Gedung lab berantakan, tapi masih banyak alatnya. Kebetulan bikin proposal ke PFN untuk bikin Lab Laba-Laba. Jadi, ngeberesin film-film milik PFN sambil ngulik-ngulik main seluloid.” (Jek/M-2)

BERITA TERKAIT