04 May 2020, 01:40 WIB

Ajang Thomas-Uber Menjadi Pijakan


MI | Olahraga

PENGURUS Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) perlu memutar otak mengatur strategi mempersiapkan atlet dalam menghadapi kemungkinan padatnya jadwal turnamen pada akhir tahun. Hal itu terjadi setelah banyaknya kompetisi tertangguhkan
karena pandemi korona atau covid-19.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susy Susanti mengatakan pihaknya akan mempersiapkan para atlet dengan matang, terutama dalam menghadapi kejuaraan dunia beregu Piala Thomas dan Uber yang jadwalnya sudah pasti digelar Oktober nanti.

“Sampai sekarang masih belum ada kepastian dari BWF, kecuali untuk jadwal Thomas dan Uber, tapi kami siap-siap saja,” kata Susi seperti dilaporkan Antara, kemarin.

“Karena gambaran dari jadwal Piala Thomas dan Uber, mungkin startnya dari Oktober nanti. Minimal persiapan kita sekarang menuju ke Oktober ini,” ia menambahkan.

Susy merinci setidaknya ada tujuh turnamen utama yang menunggu di akhir tahun ini, antara lain Piala Thomas dan Uber, World Junior Championship, Indonesia Terbuka, Jepang Terbuka, Tiongkok Terbuka, Denmark Terbuka, Prancis Terbuka, dan BWF World Tour Finals.

Adanya pandemi virus korona membuat program latihan serta jadwal pertandingan berubah total. Para atlet saat ini hanya dibekali
program latihan untuk menjaga kebugaran. Meski begitu, penundaan pertandingan itu, menurut Susy, ada plus-minusnya.

Para atlet memang bisa lebih rileks tanpa merasa dikejar target, tapi di sisi lain juga membuat mereka stres dan secara mental menurun.

“Plusnya atlet jadi tidak merasa dikejar target. Saat ini mereka lebih rileks. Belajar introspeksi istilahnya, mempelajari lawan,” kata peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 itu. (Ant/R-2)

BERITA TERKAIT