04 May 2020, 01:15 WIB

Kompetisi Liga 1 Sulit Berlanjut


MI | Sepak Bola

DIREKTUR Pengembangan Bisnis Tira Persikabo Bogor, Rhendie Arindra, mengatakan kompetisi Liga 1 sulit dilanjutkan jika digelar tanpa penonton. Jika dipaksakan, dia menyarankan agar kompetisi dibatalkan.

Rhendie mengatakan sepak bola tanpa penonton di Indonesia akan terasa aneh. Selain itu, keselamatan pemain menjadi taruhan jika kondisi kasus pandemi covid-19 belum juga menurun.

Menurutnya, jika pemerintah meneruskan kondisi darurat pandemi covid- 19, pihaknya menyarankan pembatalan kompetisi. “Kami tidak setuju tanpa penonton. Jadi, lebih baik dihentikan. Pandemi ini sulit selesai dalam waktu dekat,” kata Rhendie saat dihubungi, kemarin.

Pandemi korona membuat kompetisi dihentikan dengan status force majeure sejak Maret hingga Juni 2020. Dijadwalkan, Liga 1 dan 2
kembali bergulir Juli mendatang. General manager Arema FC Ruddy Widodo mengakui pihaknya siap untuk menjalankan semua opsi perihal kelanjutan kompetisi Liga 1 musim ini meski berat dari sisi operasional.

“Kami berharap ada kepastian kompetisi. Sebagai anggota PSSI, kami menerima apa pun langkah yang akan diambil,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengatakan banyak opsi yang disampaikan klub, termasuk laga tanpa penonton. Namun, kata dia, menghentikan kompetisi dan menggelar turnamen pengganti lebih banyak disuarakan klub.

“Mereka menyarankan dihentikan. Tapi kalau ada sisa waktu, diharapkan menggelar turnamen,” kata Sudjarno.

PT LIB menerima semua masukan dari klub. Sementara itu, keputusan sepenuhnya ada di PSSI selaku pemimpin federasi. Masukan itu juga akan dikirim ke PSSI untuk jadi bahan masukan. (Mal/R-2)

BERITA TERKAIT