04 May 2020, 00:35 WIB

Warga Spanyol Tumpah Ruah di Luar Ruangan


MI | Internasional

ORANG-ORANG Spanyol turun ke jalan-jalan melakukan joging, bersepeda, dan bermain sepatu roda untuk pertama kalinya setelah 48 hari lockdown, Sabtu (2/5), saat beberapa negara Eropa secara hatihati mengurangi kebijakan pembatasan mereka dan Rusia melaporkan lonjakan infeksi.

Covid-19 sekarang telah menewaskan lebih dari 241.000 orang di seluruh dunia dan menginfeksi 3,4 juta orang sejak pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, akhir tahun lalu.

Dari Madrid hingga Mallorca, orang-orang Spanyol berbondong-bondong ke jalan-jalan ketika mereka diizinkan untuk berolahraga dan berjalan bebas di luar rumah setelah pemerintah mengurangi 7 minggu penguncian ketat. Negara ini salah satu yang memiliki angka kematian tertinggi, yaitu hampir 25.000. “Setelah berminggu-minggu di bawah kurungan, saya sangat ingin keluar, lari, melihat dunia,” kata penasihat keuangan Marcos Abeytua di Distrik Chueca, Madrid. 

“Kemarin, aku seperti anak kecil di malam Natal,” ujarnya.

Di dekat taman kota Retiro, para penduduk keluar berlari, terkadang dalam berkelompok. Kerumunan pelari juga berbaur dengan pengendara sepeda dan pemain skateboard di lingkungan tepi pantai  Barcelona.

“Ini semua tampak agak gila bagi saya. Pada hari pertama kami mendapatkan kebebasan, saya sama sekali tidak melihat jarak yang aman,” kata Christian, seorang warga Italia yang tinggal di Barcelona. Spanyol, Jerman, Austria, dan negara-negara Skandinavia secara bertahap mengurangi penguncian karena kasus covid-19 mereka melambat meskipun mereka akan tetap menerapkan langkah-langkah sosial, penggunaan masker, dan pengujian untuk mencoba melacak infeksi. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT