03 May 2020, 22:36 WIB

Lawan Covid-19, Kowani Siap Kolaborasi dengan BPOM RI


Syarief Oebaidillah | Humaniora

GUNA mengedukasi masyarakat luas pada masa pandemi covid-19 dalam menggunakan obat secara benar dan aman. Organisasi Wanita Kowani siap bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Sebagai salah satu organisasi wanita terbesar di tanah air Kowani berperan strategis untuk mengedukasi masyarakat serta menyosialisasikan penggunaan obat secara baik dan benar sehingga tidak salah guna. Kami siap kerjasama dan kolaborasi dengan BPOM RI, " kata Ketua Umum Kowani, Dr Giwo Rubianto, kemarin.

Giwo Rubianto menegaskan dengan anggota puluhan juta dari 97 organisasi wanita yang bergabung membuat Kowani amat strategis untuk menjadi mitra. Dikatakan beberapa tahun sebelumnya Kowani pernah menjalin MoU dengan BPOM.

Menurut Giwo di masa pandemi covid 19 serta berada di bulan Ramadan edukasi kepada masyarakat amat penting dalam pemanfaatan obat secara tepat guna.

"Mengingat kita berada dalam bulan puasa Ramadhan yang mulia sehingga apa yang kita lakukan membahas masalah yang terjadi di masyarakat sebagi kontribusi , insya Allah menjadi ibadah, " tukas Giwo yang pernah menjadi Ketua KPAI.

Baca juga :KBRI Bangkok Fasilitasi Penerbangan Repatriasi Mandiri WNI

Sementara itu,Direktur Pengawasan Distribusi Pelayanan Obat, Narkotika dan Psikotropika BPOM RI, Ratna Irawati menjelaskan tentang penggunaan obat, penyimpanan dan pembuangannya harus dengan kehati hatian.Selain itu masyarakat diminta berhati hati pula dalam memesan obat secara online.

Yang menarik saat pembahasan terkait obat penanganan covid. 19, menurut Ratna hingga saat ini belum ada obat dengan indikasi khusus untuk mencegah atau mengobati covid 19.

"Mereka yang terinfeksi covid 19 mesti menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala dari setiap pasien," ujarnya.

Terkait penggunaan Klorokuin fosfat (Chloroquine Phospate) yang tengah ramai digadang-gadang dapat menyembuhkan pasien yang terinfeksi covid-19, Ratna mengakui di sejumlah negara seperti di Eropa dan Amerika memang telah menggunakan Klorokuin sebagai obat covid 19.

"Ya diakui sejumlah negara menjadi obat covid 19 namun sebenarnya belum ada uji klinisnya termasuk di negara kita belum memastikan sebagai obat covid 19 karena harus ada uji klinis dahulu ," pungkas Ratna.( RO/OL-2)

 

BERITA TERKAIT