03 May 2020, 21:45 WIB

PGRI Minta Belajar Jarak Jauh Dibenahi Serius


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) memberi catatan khusus agar dilakukan pembenahan berkaitan dengan belajar system daring atau belajar dari rumah karena dampak covid-19.

“Dampak pandemi covid -19 membuat situasi berubah sehingga diberlakukan pendidikan dengan metode pembelajaran jarak jauh berbasis online. PGRI menilai mesti dilakukan pembenahan secara serius serta,’’ kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof Unifah Rosyidi, dalam workshop Self Driving for Teacher: Menciptakan Pola Belajar yang Efektif dari Rumah,, kemarin.

Dia berharap pemerintah dapat lebih fokus menginvestasikan sarana dan prasana agar akses terhadap listrik dan internet makin meluas dapat dijangkau masyarakat terpelosok atau daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Namun begitu Unifah Rosyidi menegaskan pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi guru untuk bangkit melawan ketertinggalan, teknologi maupun improvisasi dan inovasi lainnya.

Hemat dia dengan situasi semua tiba-tiba harus bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah dunia pendidikan harus tetap berlangsung.Sehingga didorong komitmen dan tanggungjawab , dedikasi sebagai guru, dosen sebagai pendidik bekerja sama dengan orang tua ,pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya mencari jalan keluar.

"Perlahan namun pasti guru harus mulai akrab dengan teknologi. Sebab, dengan teknologi guru dapat berinovasi dengan beragam cara.Peran guru tidak tergantikan dengan teknologi jadi para guru harus mulai akrab dengan teknologi jika tidak akan tertinggal, " tegas Unifah yang juga Guru Besar Universitas Negeri Jakarta ( UNJ).

Bagi guru dan siswa yang tidak memiliki akses teknologi, dan berada di daerah 3T, dapat melakukan improvisasi dengan memanfaatkan fasilitas ala kadarnya, supaya bisa tetap melayani anak didik.

"Pandemi covid-19 kita jadikan momentum untuk bangkit bersatu, belajar bersama, tertib bersama, dan bergerak bersama melawan wabah ini, melawan kemalasan, melawan ketertinggalan, melawan hal yang semula dirasa tidak mungkin menjadi mungkin," tandas Unifah.

Unifah menambahkan sebagai mitra strategis Pemerintah, PGRI tetap fokus untuk peningkatan kualitas, peningkatan kesejahteraan, dan melindungi para pendidik dalam menjalankan profesinya di dunia pendidikan.

Baca juga : DPR Minta Pembekuan DAU di 380 Daerah Ditinjau Ulang

PGRI meminta Pemerintah terus memerhatikan tata kelola guru, utamanya dalan hal kekurangan guru yang terjadi hampir di semua daerah. Penyelesaian pengangkatan guru honorer K2 yang telah lulus PPPK tahun 2019 mengingat usia dan pengabdian mereka yang begitu panjang bagi dunia pendidikan di tanah air.

Sementara itu, Rhenald Kasali mengutarakan masih banyak siswa yang kurang siap dan kebingungan dalam penerapan  Belajar dari Rumah. Disisi lain, tidak semua siswa mendapat bimbingan dan pendampingan dari orang tuanya.

Hemat dia kendati kondisi wabah covid 29 saat ini, orang tua sebaiknya tetap terlibat dalam proses pendidikan anak. Orang tua tidak seharusnya menyerahkan 100 persen pendidikan anak kepada guru di sekolah.

Rhenald memberi motivasi dengan mencontohkan tokoh tokoh besar yang sukses seperti BIll Gates dan Steve Job keduanya sosok sukses yang berhasil mengeksplore segala hal dari tantangan menjadi peluang.Begitupun sosok pebasket dunia Michael Jordan sosok sukses yang pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan.

"Michael Jordan terus berlatih pantang menyerah menghadapi kesulitan dan kekalahan namun tegar terus berjuang hingga menjadi pebasket unggulan dunia," pungkas Rhenald.( RO/OL-2)

 

BERITA TERKAIT