03 May 2020, 20:12 WIB

Sehari Jelang PSBB Gowa Distribusikan Semua Bantaun Sembako


Lina Herlina | Nusantara

Sehari jelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Gowa, mulai mendistribusikan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama berada di rumah 14 hari lamanya.

Sebanyak 50 ribu paket sembako didistribusikan. Salah satu Kecamatan yang sudah menerima bantuan, yaitu Kecamatan Somba Opu, yang mendapat sekitar 6 ribu paket sembako di 14 kelurahan.

"Ribuan paket sembako diserahkan kepada masyarakat Kecamatan Somba Opu yang terkategori miskin dan terkena dampak Covid-19 di luar Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS)," sebut Camat Somba Opu, Agussalim, Minggu (3/5).

Paket sembako ini terdiri dari beras 10 kg beras, satu rak telur, 1 kg gula pasir, 1 ball mie instan, 2 liter minyak goreng, 4 kaleng ikan sarden, dan 2 kg terigu.

Baca Juga: Gowa Mulai Distribusi Bansos Besok, Sulsel Siapkan untuk 120 Ribu

Titik penjemputan paket sembako di kantor Polres dan Dandim Gowa. "Jadi kami mengambil paketnya di sana kemudian bersama-sama Babinsa dan Bhanbinkamtimas melakukam pembagian yang dibantu oleh RT RW setempat," jelas Agussalim.

Agar betul-betul terdistribusi dengan baik dan menghindari adanya penerima yang dobel, maka setiap penyerahan akan disertakan tandatangan bukti terima diri penerima dan petugas.

Bagi masyarakat yang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial penanganan Covid-19 di Kabupaten Gowa, namun tidak terdata dalam pendataan dapat mengadu ke layanan pengaduan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Baca Juga: 10 Ton Beras Digelontorkan untuk Warga Gowa yang Isolasi Diri

Layanan call center melalui 085343912670 dan 081356806051 dapat dihubungi dengan telepon maupun SMS. Hanya saja sebelum melakukan pengaduan pelapor terlebih dahulu menyiapkan dokumen kependudukan, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) dengan domisili asli Kabupaten Gowa.

"Jangan dilayani kalau tidak memiliki NIK dan KK. Karena kita tidak bisa melakukan verifikasi jika tidak ada itu. Tetapi tetap dicatat karena ini bisa kita berikan bantuan dari dapur umum," kata Adnan Purichta Ichsan, Bupati Gowa.

Ia menjelaskan, setelah menyerahkan NIK ataupun KK, pelapor wajib menyampaikan jenis aduan kepada operator. Kemudian operator akan mengecek data pelapor apakah masuk dalam Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS) atau tidak.

"Setelah adanya laporan data tersebut kemudian disampaikan ke camat untuk dikroscek bersama dengan lurah dan kepala desa, dibantu kapolsek dan danramil melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kalau memang dia orang yang berhak mendapatkan bantuan maka langsung dilaporkan kan kembali ke operator," lanjut Adnan. (LN/OL-10)

BERITA TERKAIT