03 May 2020, 19:38 WIB

Warga Tionghoa dan NU Bagikan Sembako di Malang


Bagus Suryo | Nusantara

Warga Tionghoa di Kota Malang, Jawa Timur, bergotong royong melakukan aksi sosial bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama membagikan bahan pangan kepada masyarakat.

Aksi kemanusiaan peduli penanganan wabah korona baru (covid-19) itu dimotori oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Malang Kota bersama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang. Bantuan sembako dan mi instan disalurkan kepada warga di sekitar klinik NU di Jalan Aris Munandar Kota Malang yang terdampak Covid-19.

Hadir dalam kegiatan itu sekaligus menjadi daya tarik masyarakat adalah Wali Kota Malang Periode 2013-2018 H. Mochamad Anton.

Baca Juga: Bantuan Sembako Terus Mengalir

Warga Malang merindukan sosok Anton yang baru saja bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Porong setelah menjalani 2 tahun hukuman dalam kasus tindak pidana korupsi.

Anton ditangkap KPK terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan tahun 2015. Kini, Anton telah bebas sejak 29 Maret lalu. Penasihat PITI itu sekarang berkegiatan sosial, membantu warga yang terdampak Covid-19.

"Ini sangat membahagiakan bagi saya. Kami berharap apa yang sudah dikontribusikan ini bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang berdampak, mudah-mudahan terus berlanjut," ujar Abah Anton, sapaan akrab Mochamad Anton dalam rilis Humas Pemkot Malang, Minggu (3/5).

Baca Juga:  Bantuan dari Pemda Mengalir untuk Warga

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan empat konsep dalam menghadapi covid-19. Pertama, upaya preventif dengan physical distancing. Kedua, tindakan atau upaya menyehatkan kembali. Ketiga, tracing, yaitu mendeteksi orang-orang yang berpotensi tinggi tertular virus dari pasien positif covid-19. Sebab, ciri khas virus ini sangat cepat penyebarannya. Keempat, tahapan menyelesaikan dampak Covid-19.

"Sederhananya yang sehat, ayo dijaga sama-sama supaya terjaga tetap sehat. Yang kurang sehat, bagaimana supaya sehat kembali. Yang sakit akan diobati supaya kembali sehat," kata Edi.

Dalam aksi kemanusiaan dan gotong royong melibatkan tokoh lintas agama, Edi memberikan apresiasi.

''Hari ini kita melihat satu kejadian yang betul-betul asli Indonesia yaitu gotong royong, tolong menolong, yang lebih membantu yang kurang. Kita kembali ke sana semoga hikmah covid-19 ini mampu kita kembali ke jati diri bangsa Indonesia yang nilai-nilai luhurnya sungguh luar biasa," tegasnya. (BN/OL-10)

BERITA TERKAIT