03 May 2020, 18:05 WIB

Pustaka Bergerak Hadirkan Beragam Kegiatan Positif Selama Pandemi


Mediaindonesia.com | Humaniora

PUSTAKA Bergerak bersama Program 10 Rumah Aman terus mengedukasi masyarakat dengan berkeliling kampung untuk mengampanyekan gerakan melawan covid-19. Founder Pustaka Bergerak Nirwan Ahmada Arsuka membenarkan ada banyak penyesuaian kegiatan selama pandemi covid-19.

"Aktivitas kawan-kawan Pustaka Bergerak di seluruh pelosok negeri tetap berjalan. Kami kini fokus kepada aksi penanganan covid-19 bersama 10 Rumah Aman. Kegiatan baca tulis pada ruang terbuka dihentikan sementara waktu,” ungkap Nirwan Ahmada Arsuka dalam keterangan di Jakarta, Minggu (3/5/2020).
 
Menjadi partner bagi Program 10 Rumah Aman, Pustaka Bergerak terus melayani masyarakat dengan cara berbeda. Mereka bergerak memakai masker, sarung tangan, dan thermoscan sebagai medianya.
 
“Memutus mata rantai covid-19, kami aktif mengukur suhu tubuh warga. Ada juga distribusi masker dan sarung tangan kepada warga. Peralatan tersebut merupakan donasi dari Yayasan 10 Rumah Aman. Kami juga terus menyampaikan berbagai informasi menyangkut protokol kesehatan dan regulasi penanganan covid-19. Semua dilakukan dengan bergotong-royong,” terang Nirwan.
 
Beragam paket bantuan sebelumnya memang dialirkan oleh Yayasan 10 Rumah Aman melalui Program 10 Rumah Aman. Program tersebut diterapkan pada lingkungan terkecil Rukun Tetangga (RT). Warga diajak memastikan sekitarnya zona hijau covid-19 hingga berjarak 10 rumah persegi dari kediaman mereka. 
 
Meski aktif memutus mata rantai pandemi covid-19, Pustaka Bergerak tetap memiliki aktivitas kreatif #DiRumahSaja. Mereka tetap membenahi koleksi buku dan raknya. Anggota Pustaka Bergerak di daerah juga membuat beragam catatan. Beberapa dari mereka aktif membuat komik untuk menambah inspirasi bagi para pembacanya. 

“Dengan caranya masing-masing, kawan-kawan di seluruh pelosok Indonesia aktif merespon covid-19. Secara bergotong royong pula, mereka ini ikut meringankan beban pemerintah dan tenaga medis. Lebih dari itu, mereka tetap fokus terhadap tanggung jawab internalnya di Pustaka Bergerak. Kami pasti akan bergerak lagi kalau pandemi Covid-19 sudah berakhir,” tegas Nirwan.
 
Pustaka Bergerak memiliki 3.000 anggota di 34 provinsi mayoritas berada di Jawa. Slot besar juga dimiliki Sulawesi Selatan dan Barat. Saat ini angka pertumbuhan Pustaka Bergerak dimiliki Nusa Tenggara Timur dan Papua. Koleksi bukunya sangat banyak dan beragam. Sebagai gambaran, Nusa Pustaka Mandar memiliki koleksi buku sekitar 10 ribu.
 
Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, kreativitas tinggi dan tetap produktif memang jadi ciri Pustaka Bergerak. Menurut dia, inovasi harus dilakukan oleh warga agar terus mendatangkan banyak manfaat di tengah pandemi covid-19. 

"Kami apresiasi atas beragam cara yang mereka lakukan dalam penanganan covid-19 dan lainnya. Sinergi seperti ini harus terus dipertahankan, meski covid-19 sudah selesai,” tutup Moeldoko. (RO/A-3) u

BERITA TERKAIT