03 May 2020, 17:49 WIB

Menristek : RI Butuh 1.668 Ventilator Untuk Tangani Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

MENTERI Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, akibat adanya pandemi virus korona (covid-19), rumah sakit di Tanah Air membutuhkan banyak ventilator atau alat bantu nafas untuk merawat pasien.

“Sejauh ini dari komunikasi kita dengan Kementerian Kesehatan dibutuhkan total 1.668 ventilator yang terdiri dari 1.000 ventilator jenis CPAP dan sekitar 668 ventilator jenis ambubag,” kata Bambang saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (3/5).

Bambang menambahkan, pihak konsorsium covid-19 Kemenristek/BRIN akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kita upayakan separuhnya karena berkejaran dengan waktu, tapi kalau mungkin, kami coba penuhi semuanya,” imbuhnya.

Baca juga : Hari ini : Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia 1.876 Orang

Bambang menjelaskan, saat ini terdapat empat prototipe ventilator buatan konsorsium Kemenristek/BRIN yang telah melalui proses pengujian di Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes. Keempat prototipe tersebut merupakan hasil pengembangan ITB, UI, BPPT, dan perusahaan swasta.

Diperkirakan, pada pertengahan Mei mendatang, ventilator ini sudah selesai diproduksi.

“Sebagian masih uji endurance, kemudian uji klinis selama seminggu. Kira-kira pertengahan Mei kita sudah bisa melihat ventilator produksi Indonesia yang diproduksi oleh mitra industri,” tuturnya.

“Yang jenis ambubag buatan BPPT bisa digunakan di ruang IGD, sehingga akan sangat membantu pasien darurat. Sebagian ventilator lainnya bisa dibuat untuk pasien di ruang observasi. Ke depan, kami juga akan kembangkan ventilator yang bisa dipakai di ICU,” tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT