03 May 2020, 17:10 WIB

Gejolak Harga Gula Ancam Industri Kue di Tasikmalaya


Adi Kristiadi | Ekonomi

KENAIKAN harga gula yang konsisten sejak beberapa bulan terakhir, mengamcam keberlangsungan industri kue rumahan di Kampung Pamijahan, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Harga gula pasir saat ini di pasaran berkisar Rp18 ribu per kilogram. Para pengrajin kue rumahan tersebut tak bisa membuat kue dalam jumlah banyak.  Apalagi harga bahan baku kue, seperti mentega, telur, terigu perlahan-lahan juga mengalami kenaikan menjelang lebaran.

Salah satu pengrajin industri kue rumahan, Entet Nuryatin, 68, mengatakan, dia sudah puluhan tahun membuat berbagai macam kue jelang lebaran. Baru saat ini terjadi kelangkaan gula pasir dan harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500/kg.

"Sebelum ada korona harga gula pasir juga tinggi dan kami juga tidak bisa memproduksi kue dalam kondisi banyak," ujar Entet.

Kondisi wabah korona saat ini, ungkap Entet, banyak pemesan dari luar daerah telah membatalkan pesanan kuenya. Ditambah pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) makin menyulitkan usahanya.

"Kami para pengrajin bingung tak bisa menjual keluar daerah seperti Bandung, Jakarta, Bogor, Purwokerto, Tanggerang dan Bekasi," kata dia, Minggu (3/5).

Baca Juga: Harga Gula Melambung di Jateng, Belum Perlu Operasi Pasar

Jika harga gula tidak bisa dikendalikan pemerintah, menurut Entet, pengarajin kue skala UMKM seperti dirinya paling terdampak.  Selama ini, dengan modal Rp28 juta bisa membuat beragam kue, seperti boneka kalakter, sprit, sasagon, nastar dan aci. Dengan kenaikan harga bahan baku, kue yang diproduksinya pun semakin berkurang.

Entet mengatakan,  untuk mmbuat kue karakter per harinya rata- rata membutuhkan gula pasir mencapai 50 kilogram. Tahun lalu harga gula pasir Rp11 ribu per kg saat ini harganya Rp18 ribu per kg. Keuntungan makin tipis asal tidak merugi.

"Untuk menaikkan harga penjualan kue pun susah, paling hanya bisa menaikan Rp5 ribu/kg. Kami memperkerjakan 28 orang dan harus digaji setiap bulan. Kalau harga gula tidak stabil, kami akan tutup sementara," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Di Madura Harga Gula Pasir Tiga Kali Alami Kenaikan

Baca Juga: Hari ini : Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia 1.876 Orang

BERITA TERKAIT