03 May 2020, 13:30 WIB

Korut dan Korsel Baku Tembak di Perbatasan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

BERONDONGAN peluru yang ditembakkan dari Korea Utara (Korut) menghantam sebuah pos penjagaan di Korea Selatan (Korsel), Minggu (3/5). Kejadian  di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara itu, mendorong tentara Negeri Ginseng menembak balik, kata militer Korsel.

Tembakan Korut pada pukul 07:41 waktu setempat menghantam pos penjagaan Korsel di kota perbatasan Cheorwon. Tidak ada korban yang dilaporkan di pihak Korsel.

Sebagai tanggapan, “Korea Selatan menembakkan dua peluru dan mengumumkan peringatan sesuai dengan manual kami," kata pernyataan militer Korsel.

Tidak jelas apa yang memprovokasi tembakan awal. Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel mengatakan mereka berusaha menghubungi Korut melalui hotline militer mereka untuk menentukan penyebab insiden tersebut.

Baca Juga: KBRI Bangkok Fasilitasi Penerbangan Repatriasi Mandiri WNI

Ini adalah pertama kalinya dalam lima tahun pasukan Korut menembak langsung ke Korea Selatan.

Zona demiliterisasi dibentuk setelah Perang Korea pada 1953 untuk menciptakan zona penyangga antara kedua negara.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah di Seoul telah mencoba mengubah perbatasan yang dijaga ketat menjadi zona damai.

Meredakan ketegangan militer di perbatasan adalah salah satu kesepakatan yang dicapai antara pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in pada pertemuan puncak di Pyongyang pada September 2018.

Baku tembak ini terjadi sehari setelah Kim Jong-un muncul di depan umum, setelah hampir tiga minggu yang tidak dapat dijelaskan yang memicu spekulasi global yang kuat tentang kesehatannya. (BBC/OL-13)

Baca Juga: Satu Sekolah di Bajawa Belanja Pulsa Rp30 Juta Untuk UAS Daring

Baca Juga: Angka Kematian Covid-19 Inggris Melonjak

BERITA TERKAIT