03 May 2020, 10:35 WIB

Angka Kematian Covid-19 Inggris Melonjak


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KORBAN covid-19 baru Inggris naik 621 kasus sehingga total menjadi 28.131 kasus. Jumlah kasus di Inggris ini terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Pemerintah Inggris mengatakan sebanyak 182.260 orang telah dites positif covid-19 hingga Sabtu (2/5).

Perdana Menteri Boris Johnson, mengatakan negara itu telah melewati masa puncak covid-19. Johnson juga mengakui saat ini ia dalam tekanan agar dilakukan pelonggaran penguncian wilayah yang dilakukan sejak akhir Maret. Ia menambahkan pemerintah akan menguraikan rencana untuk menghapus langkah-langkah social distancing.

Menteri Perumahan Robert Jenrick pada briefing harian mengumumkan angka terbaru kasus covid-19 di Inggris sehingga belum memungkinkan melakukan pelonggaran wilayah yang dikunci.

"Masyarakat harus tetap di rumah kecuali untuk berbelanja kebutuhan pokok, obat-obatan, atau berolahraga," tambahnya.

Ketika Inggris membayangi Italia yang berstatus negara yang paling terpukul di Eropa, Johnson menghadapi kritik dari partai-partai oposisi yang mengatakan  pmerintahnya tersandung pada tahap awal wabah. Johnson pada awalnya menolak menerapkan lockdown untuk membatasi kegiatan ekonomi dan publik, tetapi mengubah arah ketika proyeksi menunjukkan seperempat juta orang bisa mati karena covid-19.

baca juga: Rusia Laporkan Hampir 10.000 Kasus Covid-19 Baru

Johnson mengatakan negara sudah melewati puncak, tetapi masih terlalu dini untuk mengendurkan lockdown yang diberlakukannya pada 23 Maret karena mungkin ada puncak kedua yang ia khawatirkan akan membanjiri rumah sakit. Inggris, negara dengan ekonomi US$3 triliun, terbesar kelima di dunia diperkirakan akan memulihkan perekonomian negara tanpa memicu lonjakan kedua kasus covid-19. (OL-3)

BERITA TERKAIT