03 May 2020, 07:10 WIB

Hanya Bayern Muenchen yang Bisa Membuat Mourinho Menangis


Widhoroso | Sepak Bola

JOSE Mourinho dikenal sebagai sosok pelatih yang bermental baja. Pelatih berjuluk Special One itu tidak pernah meninggalkan lapangan dengan kesedihan mendalam saat timnya menelan kekalahan.

Pelatih asal Portugal yang kini menangani Tottenham Hotspur tersebut selalu menjadi orang terdepan menghibur para pemainnya jika gagal meraih kemenangan. Namun, selama dirinya menjadi pelatih, Mourinho mengaku ada satu kekalahan yang membuat dirinya menangis seusai laga.

Itu adalah kekalahan Real Madrid dari Bayern Muenchen di leg kedua semifinal Liga Champions 2011-2012, 25 April 2012. Saat ini Mourinho merupakan pelatih Los Blancos, julukan Real Madrid.

Kalah 1-2 di leg pertama di kandang Muenchen, Real Madrid bangkit untuk menang 2-1 di Santiago Bernabeu. Skor 3-3 yang bertahan hingga perpanjangan waktu, membuat laga harus diakhiri dengan adu penalti.

Namun keberuntungan Los Blancos menghilang dalam drama tos-tosan. Dari empat algojo penalti pertama Hanya Xabi Alonso yang sukses menjebol gawang Muenchen. Sementara Cristiano Ronaldo, Kaka, serta Sergio Ramos gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

Sedangkan dari lima kesempatan tendangan penalti, Muenchjen sukses mencetak tiga gol. Walhasil, klub Jerman itu lolos ke final dengan kemenangan 3-1 dalam adu penalti.

"Ketidakberuntungan. Itulah sepak bola. Ronaldo, Kaka, Sergio Ramos...tiga orang monster di sepak bola. Namun mereka juga manusia biasa," ujar Mourinho.

"Malam itu menjadi satu-satunya saat saya selama menjadi pelatih meninggis setelah menerima kakalahan. Saya sangat mengingat malam itu. Bersama Aitor Karanka (asisten pelatih) saya menangis di dalam mobil saat tiba di depan rumah. Itu sangat menyakitkan karena itu merupakan musim terbaik kami," tambah pelatih berusia 57 tahun itu.

Musim 2011-2012 memang menjadi salah satu musim terbaik Real Madrid. Musim itu Los Blancos, yang hanya menekan dua kekalahan, juara dengan meraih 100 poin, unggul 9 poin atas Barcelona yang berada di posisi dua. Perolehan 100 poin itu menjadi rekor di La Liga. (Goal/R-1)

 

BERITA TERKAIT