03 May 2020, 06:46 WIB

Lockdown Berakhir, Warga Spanyol Turun ke Jalan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

MASYARAKAT Spanyol mulai turun ke jalan-jalan untuk joging, bersepeda, dan bermain sepatu roda untuk pertama kalinya pada Sabtu (2/5), setelah 48 hari lockdown. Dari Madrid hingga Mallorca, orang-orang Spanyol berbondong-bondong ke jalan-jalan ketika mereka diizinkan untuk berolahraga dan berjalan bebas di luar rumah setelah pemerintah mengurangi tujuh minggu penguncian ketat. Negara ini salah satu yang memiliki angka kematian tertinggi yaitu hampir 25.000.

"Setelah berminggu-minggu di bawah kurungan, saya sangat ingin keluar, lari, melihat dunia," kata penasihat keuangan Marcos Abeytua di Distrik Chueca, Madrid. 

"Kemarin, aku seperti anak kecil di malam Natal," ujarnya.

Di dekat taman Kota Retiro, para penduduk keluar berlari, terkadang dalam berkelompok. Kerumunan pelari juga berbaur dengan pengendara sepeda dan pemain skateboard di lingkungan tepi pantai Barcelona.

"Ini semua tampak agak gila bagi saya. Pada hari pertama kami mendapatkan kebebasan, saya sama sekali tidak melihat jarak yang aman," kata Christian, seorang warga Italia yang tinggal di Barcelona.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan masyarakat diwajibkan memakai masker saat berada di dalam transportasi umum mulai Senin (4/5). Sedangkan anak-anak dan orangtua masih menghadapi pembatasan.

Spanyol, Jerman, Austria, dan negara-negara Skandinavia secara bertahap mengurangi penguncian karena kasus covid-19  melambat meskipun negara-negara tersebut akan tetap menerapakan langkah-langkah sosial, penggunaan masker dan pengujian untuk mencoba melacak infeksi.

baca juga: Irlandia Akan Longgarkan Lockdown Secara Bertahap

Prancis, yang akan mencabut sebagian dari lockdown pada 11 Mei, pada Sabtu (2/5) memperpanjang darurat kesehatan dua bulan hingga akhir Juli saat melaporkan 166 kematian baru,. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT