03 May 2020, 08:20 WIB

Liga Primer Harus Ikuti Petunjuk Pemerintah


RAHMATUL FAJRI | Sepak Bola

KLUB-KLUB Liga Primer Inggris tetap berkeinginan untuk menuntaskan kompetisi yang kini sedang tertunda akibat wabah virus korona baru (covid-19). Dalam pertemuan virtual pada Jumat (1/5), disepakati 92 laga yang tersisa bisa digelar di arena netral.

Stadion yang bisa digunakan akan dipilih berdasarkan pertimbangan polisi dan Otoritas Keselamatan Arena Olahraga.

Alasan utama menggunakan tempat netral ialah untuk mencegah para pendukung berkumpul di luar stadion. Namun, bermain di tempat netral belum menjamin Liga Primer benar-benar akan rampung.

Kasta tertinggi di liga sepak bola Inggris tidak akan dilanjutkan jika tidak digelar sesuai dengan petunjuk pemerintah. “Olahraga elite akan kembali bergulir secara tertutup hanya saat ada jaminan aman untuk melakukannya berdasarkan saran ahli medis,” ungkap Menteri Budaya, Media, dan Olahraga Inggris Oliver Dowden yang mengikuti pertemuan virtual.

Pihak Liga Primer mengatakan klub masih membahas soal project restart yang berisi panduan menggelar latihan dan pertandingan secara tertutup. “Tidak ada keputusan yang diambil dan klub bertukar pikiran tentang project restart,” jelas Liga Primer dalam situsnya.

Liga Primer menyatakan Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) dan Asosiasi Manajer Liga (LMA) juga akan terlibat melakukan konsultasi soal project restart dengan para pemain dan manajer.

Isi project restart disebutkan masih butuh penyempurnaan. Seluruh klub akan kembali bertatap muka pada pekan depan atau saat batas akhir pembatasan yang diberlakukan pemerintah.

Sementara itu, Wakil Presiden West Ham Karren Brady mengatakan Liga Primer Inggris musim ini hanya bisa bergulir ketika semua klub telah menerapkan aturan pembatasan sosial yang ketat.

Brady mengatakan memang semua klub sepakat akan melanjutkan kompetisi, tetapi kekhawatiran batalnya musim ini masih ada ketika klub mengabaikan aturan pembatasan.

Ia khawatir Liga Primer Inggris bisa saja berakhir secara prematur, seperti Ligue 1, Eredivisie, dan Liga Belgia.


Mengubah kebiasaan

Mantan dokter Chelsea, Eva Carneiro, mengatakan akan ada perubahan kebiasaan dan perilaku ketika ajang sepak bola kembali bergulir. “Saya pikir ini akan mengubah tradisi dan kebiasaan di olahraga karena akan ada penerapan medis yang ketat dan membutuhkan dukungan dari pemerintah agar tidak menjadi masalah dalam sepak bola,” kata Carneiro.

Ia mengatakan pesepak bola sangat rentan terinfeksi karena selalu mengalami kontak fisik selama pertandingan, latihan, dan bepergian.
Maka dari itu, tenaga medis dan dokter klub harus menguasai pengendalian infeksi sementara serta bagaimana melakukan tes cepat dan efektif.

Jika itu berhasil, akan menjadi faktor penting kembali bergulirnya kompetisi. “Kami hanya tahu sedikit tentang virus ini sehingga untuk kembali menggelar pertandingan dan latihan yang aman akan menjadi tantangan besar dan saya pikir butuh waktu,” kata Eva. (BBC/Sun/R-3)

BERITA TERKAIT