03 May 2020, 06:05 WIB

Aplikasi Konferensi Video kian Tenar di Tengah Pandemi


MI | Weekend

LAJU penyebaran virus korona baru (covid-19) yang masif membuat pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah bagi karyawan dan pelajar. Hal tersebut akhirnya berdampak pada kebutuhan penggunaan konferensi video yang semakin meningkat. Cara tersebut diminati karena orang-orang ingin saling melihat saat bercakap, seperti halnya pertemuan secara langsung di kantor. Namun, di balik penggunaannya, bayangan kebocoran data perusahaan atau instansi pemerintah menghantui publik.

Berdasarkan hasil survei yang dimuat dalam laman VPN Overview, setidaknya ada 17 aplikasi konferensi video yang saat ini dapat digunakan, semisal Google Hangout Meet, Skype, dan Zoom. Akan tetapi, dari jumlah itu, hanya enam aplikasi yang mendapat penilaian sangat aman terkait dengan perlindungan privasi pengguna, yaitu Jami, Join.me, Miro, Signal, Wickr, dan Wire. Meski tergolong aman, keenamnya juga memiliki kelemahan masingmasing. Jami, misalnya, meski gratis, aplikasi tersebut memiliki kekurangan pada maksimal partisipan, yaitu hanya empat orang. Signal juga tak jauh berbeda, meski sama-sama memiliki keuntungan dalam perlindungan privasi dan gratis, aplikasi tersebut hanya memungkinkan dua partisipan untuk bergabung.

Di sisi lain, dalam kategori banyaknya jumlah partisipan, Microsoft Teams merupakan yang terbanyak, mencapai 5.000 orang, disusul Webex (1.000), Join.me (250), dan Zoom (100). Meski memiliki jumlah maksimal partisipan yang banyak, keempatnya memiliki kelemahan yang sama, yakni dalam hal privasi.

Microsoft Teams, misalnya, pernah diserang karena cara Windows 10 mengumpulkan informasi tentang penggunanya dalam jumlah yang besar. Kecenderungan terjadinya pengumpulan data juga masih ada. Demikian pula dengan Zoom.

Aplikasi yang belakangan ini ramai tersebut memiliki akses dan dapat menyimpan semua percakapan. Selain itu, pihak perusahaan juga membagikan data dengan Google untuk tujuan pemasaran. Bahkan, CEO of Zoom Eric Yuan tak hanya sekali meminta maaf kepada penggunanya karena aplikasinya mengalami masalah perihal keamanan dan menjadi sorotan publik. Calon pengguna pun disarankan untuk mempertimbangkan kembali jika memandang privasi merupakan hal yang penting.

Sementara itu, terlepas dari kelebihan dan kekurangan tiap-tiap aplikasi tersebut, berdasarkan jumlah pengguna, Skype saat ini merupakan aplikasi yang paling favorit bagi publik dengan persentase pengguna 50,4%, sedangkan Whatsapp menempati peringkat kedua dengan persentase 43,6%, diikuti Microsot Teams (29,2%), Zoom (20,2%), Google Hangout Meet (9,7%).

BERITA TERKAIT