03 May 2020, 08:00 WIB

Syiar Religi Bernuansa Seni


Media Indonesia | Ramadan

MENSYIARKAN Bulan Suci Ramadan tahun ini berganti rupa, tidak lagi dilakukan di masjid saja. Apalagi, pembatasan sosial berskala besar yang diterapkan di sejumlah wilayah tidak memungkinkan kegiatan Ramadan dilakukan secara fisik berkumpul.

Karena itu, Makara Art Centre Universitas Indonesia (MAC UI) menggandeng gerakan Aku Indonesia dan Komunitas Musisi Ngaji (Komuji) Jakarta menggelar acara secara daring melalui live streaming.

Acara bertajuk Tadarus Seni Ramadan merupakan acara religi yang bernuansa seni untuk mensyiarkan bulan Ramadan. Bentuk acaranya beragam, mulai tausiah, musik, baca puisi, hingga stand up comedy. *Episode pertama ditanyangkan pada Kamis (30/4), dan dapat dilihat melalui kanal www. youtube.com/akuindonesia.

Kepala MAC UI, Al-Zastrouw menuturkan, acara ini digagas oleh MAC UI sebagai bentuk kepedulian atas merebaknya wabah covid-19 di tengah bulan Ramadan. “Melalui seni, kami ingin mengajak masyarakat tetap tegar dan semangat menghadapi situasi tanpa kehilangan kebahagiaan. Diharapkan acara ini dapat turut menyemarakkan syiar Ramadan, menampilkan wajah agama yang sejuk dan menyenangkan, serta agar masyarakat tetap bisa beribadah dengan nyaman di rumah masingmasing,” jelasnya.

Tausiah akan disampaikan oleh Ustaz Agus Musthofa dan Ustaz Ali Masyhar, Lc, M.Hum. *Tadarus Seni Ramadan ini akan berlangsung sebanyak tiga kali selama Ramadan. Episode ke-2 dan ke-3 akan diselenggarakan pada tanggal 7 dan 14 Mei 2020 pada pukul 20.30-22.00 WIB.

Episode perdana Tadarus Seni Ramadan menampilkan sejumlah seniman, seperti penyanyi Once Mekel, Kikan, Armand Maulana (Gigi), Ikhsan Skuter, Ari Kriting, dan Dima Miranda.

Selain penampilan musik, acara yang dipandu oleh Alga The Panas Dalam ini turut menghadirkan musikalisasi puisi Gus Mus oleh Mell Shandy, juga pembacaan puisi oleh Saleh Husin yang merupakan Ketua Majelis Amanat UI.

Once Mekel, yang juga alumnus UI turut mendukung penuh gerakan Aku Indonesia. “Acara ini sangat penting untuk membangun solidaritas masyarakat guna membangkitkan semangat dan memperkuat persaudaraan sesama warga bangsa,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komuji chapter Jakarta Kikan menjelaskan agenda ini merupakan kesempatan bagi para musikus dan seniman untuk mewujudkan kepedulian pada sesama melalui berbagai kreasi seni yang dimilikinya. “Kami merasa senang bisa berpartisipasi di acara ini,” kata Kikan. (Medcom.id/H-3)

BERITA TERKAIT