03 May 2020, 06:50 WIB

Sumut Ekspor 25 Komoditas Pertanian


YP/TJ/N-3 | Nusantara

DI tengah pandemi virus korona (covid-19) yang membelenggu perekonomian, sektor pertanian di Sumatra Utara (Sumut) tampil membukukan kinerja ekspor yang cemerlang.

Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, secara serentak melepas ekspor 25 jenis komoditas pertanian asal Sumut ke 21 negara. Menurut Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Hasrul, komoditas pertanian dengan volume 3,6 ribu ton itu tidak hanya diekspor ke negaranegara di Asia, tetapi juga Eropa dan Timur Tengah.

“Produksi berlimpah, pasar global terbuka, dan sektor pertanian di Sumut terus bekerja sehingga kita mampu melakukan ekspor,” kata Hasrul
kepada Media Indonesia, kemarin.

Ke-25 komoditas yang diekspor itu ialah ampas sawit, karet lembaran, karet lempengan, kayu karet, kulit kayu manis stik, tepung kulit kayu manis, kelapa parut, kopi biji, kopi instan, kopra, lidi, dan nipah.

Ada juga pinang biji, pinang bulat, RBD palm stearin, santan kelapa, teh, tembakau kering, keladi tikus, durian beku, kentang, lobak beku, kubis, tepung ubi jalar, serta ubi jalar beku.

Hasrul menambahkan ekspor senilai Rp86,3 miliar itu patut disyukuri mengingat semua sektor saat ini dalam kondisi serbaterbatas akibat pandemi covid-19. Namun, Sumut lewat ekspor itu membuktikan bahwa sektor pertanian di provinsi itu tetap bekerja untuk memenuhi pasokan pangan dan bahkan ekspor.

Selain ekspor, sektor lain yang menunjukkan peningkatan kinerja di Sumut ialah jasa bongkar muat barang di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan. TPK yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia I (persero) atau Pelindo I itu mampu mencatatkan peningkatan kinerja meski dalam kondisi darurat akibat pandemi korona.

Pencapaian itu diungkapkan General Manager TPK Belawan, Indra Pamulihan. Dia menjelaskan arus kunjungan kapal selama Januari hingga Maret 2020 mencapai 218 call di terminal internasional dan domestik. Dari total kunjungan kapal itu, akumulasi aktivitas bongkar muat peti kemas selama periode triwulan I/2020 tercatat sebanyak 211.026 boks.

“Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2019, yakni 208.843 boks,” jelasnya, kemarin.

Terpisah, sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan di Bandung Raya dan kemudian diperluas menjadi PSBB se-Jawa Barat, produktivitas di sektor ekonomi riil tetap berjalan meski terdapat pengurangan jam kerja buruh di pabrik.

“Jumlah yang kerja dikurangi, tetapi setiap sif kerja tetap berjalan. Jadi, cuma libur yang menambah,” jelas Chaerudin, petugas keamanan pabrik tekstil Kahatex saat ditemui, kemarin. (YP/TJ/N-3)

BERITA TERKAIT