03 May 2020, 01:05 WIB

Bansos PSBB Tahap II Kota Pekanbaru Gunakan Data RT/RW


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

WALI Kota Pekanbaru, Riau Firdaus menjanjikan bantuan sosial (bansos) kepada warga yang terdampak dalam perpanjangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II, 1-14 Mei mendatang. Kali ini akan memakai data RT/RW yang telah divalidasi.

Pada PSBB tahap I 17-30 April di Kota Pekanbaru, bansos jadi polemik berkepanjangan lantaran terlalu lamban penyalurannya dan ketidaksesuaian data yang diajukan RT/RW sehingga berujung penolakan. Selain itu, terungkap bansos 15.625 sembako berasal dari jaring pengaman sosial (JPS) pemerintah pusat bukan dari dana realokasi APBD Pekanbaru sebesar Rp115 miliar.

"Untuk PSBB tahap II, penyuluran sembako akan memakai data dari RT/RW yang telah divalidasi oleh kelurahan bersama kecamatan," kata Firdaus di Pekanbaru, Santu (2/5).

Ia menjelaskan, data yang dipakai merupakan data yang disampaikan RT/RW. Dari data yang diterima, Pemkot Pekanbaru akan membagikan bantuan kepada 45 ribu kepala keluarga (KK).

Sejauh ini, kata Firdaus, pihaknya sudah melakukan validasi terhadap 132 ribu KK data yang masuk dari RT/RW. Data ini termasuk penerima bantuan sebanyak 35 ribu lebih KK.

"Artinya rilnya 98 ribu KK, dan divalidasi lagi kami sampaikan dari 98 ribu dibantu sebanyak 45 ribu KK. Tahap pertama sudah 15 ribu lebih KK, tahap kedua 30 ribu KK. Pemkot membantu sembako satu paket Rp250 ribu per KK ," jelas Firdaus.

Dijelaskan Firdaus untuk validasi data penerima tahap pertama, pembagian sembako sesuai arahan pemerintah pusat diberikan kepada masyarakat yang rentan miskin jumlahnya 15 ribu lebih. Namun saat dilakukan validasi data lagi, keluar surat dari Kemensos, bahwa berdasarkan arahan KPK, yang diutamakan yang tercatat di Kemensos. Sehingga data awal ditarik kembali, penerima bantuan dari pusat melalui Kemensos.

"Jadi kita diminta memberikan bantuan Covid-19 dan Pemkot belum punya data. Maka diminta kepada RT/RW dikoordinir kecamatan dan lurah, terhimpun sebanyak 132 ribu lebih KK. Tentunya kami memvalidasi data yang masuk berdasarkan itu, untuk segera dibagikan bantuan, dan yang telah disiapkan 15 ribu lebih itu, untuk tahap pertama," ungkap Firdaus. (R-1)

 

BERITA TERKAIT